Monday, October 26, 2026

 MENJADI TAMU ALLAH


Menjejakkan kaki ke Baitullah itu dalam kesaksian saya itu betul-betul karena panggilan Allah. Kalau seseorang belum dipanggil hatinya, walaupun dia mampu dan punya kesempatan, tidak akan tergerak untuk datang. Dan kalaupun seseorang keinginannya membuncah ingin ke tanah suci, tapi kalau Allah belum berikan kemampuan dan tidak dibukakan kesempatan, juga tak akan terjadi.


Jadi, berbahagialah para tamu Allah, mereka yang diundang dan dimampukan oleh Allah. Jalannya bisa tak terduga. Seperti tukang sayur depan rumah tante saya yang tiba-tiba bisa pergi umrah karena menggantikan seseorang yang keburu meninggal sebelum menunaikan umrah. Padahal kalau mau memakai perhitungan akal manusia, mau nabung sampai kapan sampai beliau bisa pergi ke tanah suci? Tapi kalah Allah Ta’ala menghendaki seseorang datang ya sampai saja.


Maka setidaknya nyalakan bara keinginan di dalam hati untuk bisa menginjakkan kaki di Masjidil Haram. Kapan dan bagaimana caranya? Serahkan bagian itu kepada Allah. Tugas kita adalah memanage keseharian dengan baik. Yang bisa nabung ya menabunglah, tapi jangan mengandalkan dirinpada tabungan itu. Karena Allah suka memberi kejutan lewat cara yang tak terduga.


Labbaik Allahumma labbaik.


Jeddah,

Selasa 27 Oktober 226 pukul 3.49 dini hari.

No comments:

Post a Comment