Friday, January 9, 2026

Berjalan dalam ketidaktahuan

 It’s okay to keep move on even when we don’t know the answer yet. One day we will understand why by the time when we are ready to see the reality.

***

Merasa tidak tahu itu bukan kelemahan. Manusia memang makhluk yang bodoh kalau tidak Allah beri pengetahuan.

Justru salah satu ciri orang bertaqwa dalam Al Quran adalah

“Mereka yang beriman dengan yang gaib” - QS Al Baqarah:3

Yang gain itu artinya tak terbayangkan dari mana jalan keluarnya, tak terduga cara penyelesaiannya, tak dikira datangnya pertolongan itu. Maka yang mesti dibangun adalah keimanan. Sebuah cahaya yang menyala di hati bagi mereka yang membutuhkan panduan Allah. Cahaya yang menuntun mereka yang mencari-Nya. 

Dan kadang pemahaman itu datangnya nanti, lima atau sepuluh tahun lagi, bahkan lebih. Tapi bukan berarti kita dalam sebuah penantian yang sia-sia atau membuang waktu, karena setiap hari yang kita lalui dalam kebersyukuran itu membangun kesiapan kita untuk memahami lebih dalam kehidupan. Agar mulai terjawab satu-persatu semua pertanyaan dasar tentang siapa aku dan apa tujuan aku dilahirkan? Dengannya satu demi satu penggal kehidupan yang terjadi makin dipahami kenapa itu memang harus terjadi. Sampai kita bersaksi dengan sebuah kesadaran dalam dan berkata “Rabbana maa khalaqta haadza baathila”. Benarlah kiranya bahwa Allah menciptakan semua ini tidak dengan sia-sia…


Amsterdam, 9 Januari 2026

Jam 12.46, masih di ruang tunggu salon rambut, mengantar Rumi merapikan rambutnya yang mulai panjang.




No comments:

Post a Comment