Wednesday, November 4, 2026

 RETREAT


Kata “retreat” dalam Bahasa Inggris sering didengar dalam konteks perang ketika pasukan harus mundur (retreat) atau dalam acara “retret” yang biasanya digelar oleh kaum Nasrani, yang juga berarti mundur sejenak dari segala aktivitas keseharian.


Di literatur barat, kata “retreat” kadang digunakan ketika menerjemahkan istilah “i’tikaf” yaitu ibadah khusus, biasanya lazim di bulan Ramadhan terutama pada sepuluh malam terakhir, untuk berdiam di dalam masjid dalam rangka bertafakur dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.


Orang barat sering menggunakan istilah “retreat” ini untuk menamai sebuah aktivitas keluar dari siklus dan kesibukan keseharian yang kadang cenderung menenggelamkan dan membuat manusia jadi kehilangan arah hidup. Dan “retreat” ini tidak selalu berkaitan dengan agama tertentu, kadang ada yoga retreat, zen retreat, sufi retreat, monestary retreat, music retreat, bahkan silence retreat - dimana para peserta tidak diperbolehkan untuk berbicara satu sama lain, kecuali sangat terpaksa, sepanjang retreat.


Terlepas dari warna retreatnya. Tampaknya kadang kita memang perlu untuk berhenti sejenak dari perputaran kehidupan yang tanpa henti. Untuk melakukan kalibrasi arah hidup dan tujuan hidup hakiki kita. Agar tidak salah menempatkan prioritas dalam hidup yang mengakibatkan penyesalan di akhir waktu.

Wallahu’alam.

‘Aisha said that the Prophet (SAW) used to go into retreat (i’tikaf) during the last ten days of every Ramadan until he died; then, his wives practiced i’tikaf after his death. (Bukhari and Muslim)

No comments:

Post a Comment