Wednesday, July 8, 2020

Ini pengalaman saja. Kalau fokus kita mengejar rezeki, ibadah biasanya keteteran dan kewajiban hidup apalagi misi hidup pribadi boro-boro kebaca. Waktu, tenaga dan pikiran yang ada habis dari hari ke hari memperjuangkan hal yang sebenarnya Allah sudah jaminkan kalau dengan cara taqwa.

Sebaliknya, kalau kita fokus memperbaiki ibadah, banyak merenung, banyak istighfar, banyak memaafkan, mencoba memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama maka roda dunia kita akan berputar dengan sendirinya. Urusan dan masalah beres dengan sendirinya bahkan di hal-hal yang tak sanggup kita raih dan tak ada harta di dunia pun yang bisa menebusnya. Aneh bin ajaib! Tapi itu bukti memang bahwa Allah Rabb semesta alam yang semua dalam genggaman-Nya.

Dua-duanya sama-sama kerja keras, butuh pengorbanan dan susah payah. Tapi hasilnya jauh berbeda antara bumi dan langit.

Jadi silakan pilih mau menjalani kehidupan dengan pe-de , percaya (kemampuan) diri atau pe-De, percaya (kemampuan) Dia?

Sunday, July 5, 2020

Kurban yang kita coba sisihkan harta untuknya secara berkala itu baru latihan saja untuk kurban yang sesungguhnya. Adalah lebih mudah menyerahkan harta yang sebetulnya pada hakikatnya sesuatu yang Allah titipkan. Ada kurban lain yang lebih Allah sasar, sesuatu yang sangat melekat dengan hakikat kita yang kita sudah terbiasa menggunakannya sejak hari pertama berada di alam ini, yaitu diri kita sendiri.

Beranikah kita mengorbankan perasaan diri? Keinginan diri? Ambisi diri? Cita-cita pribadi? Ego diri dll demi Allah. Untuk melebur dalam karsa-Nya. Ridho mengalir dalam ketentuan-Nya? Menerima apa yang Dia tetapkan untuk diri ini sepahit dan sesulit apapun itu kelihatannya di awal waktu. Sebagaimana tidak mudahnya manusia menerima sebuah perubahan. Tapi, perubahan itu perlu dilakukan agar kita melangkah menuju orbit diri yang sebenarnya yang disitu terletak surga dunia akhirat kita. Allahu Akbar. Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Saturday, July 4, 2020

"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Tidakkah kamu mengerti?" QS Al-An'aam: 32

Orang yang bertaqwa akan tenang dengan apapun ketetapan pembagian Allah di dunia ini, tentang rezeki, tentang jodoh, tentang usia, tentang nasib dll. Karena ia yakin apa-apa yang dia luput dapatkan di dunia akan diberikan di akhirat nanti.

Orang yang tidak bertaqwa akan kelimpungan dan panik memaksakan ingin bahagia - versi dirinya- dengan jalan mendapatkan apa-apa yang dia inginkan. Padahal keinginan sekuat apapun tak akan mampu mengoyak tirai takdir-Nya.
Allah itu selalu memberi yang terbaik untuk semua ciptaan-Nya. Tidak pernah memberi yang kw 2 apalagi kw 3.
Hanya saja yang diberi sering belum paham mana hal-hal yang benar-benar berkualitas.

Thursday, July 2, 2020

Jelang penyelenggaraan qurban. Agar tidak sebatas ritual semata. Coba renungi kualitas hewaniyah apa yang masih bercokol dalam diri dan sangat menghambat pertaubatan kita.

Barangkali malesnya ga ketulungan, mungkin emosi dan amarahnya masih meletus-letus seperti gunung berapi, bisa jadi sombong dan bangga dirinya ampun-ampunan. Apapun itu saya yakin setiap kita kalau jujur punya jawabannya masing-masing. Persembahkan itu untuk disembelih lewat hewan qurban atas nama kita yang membutuhkan pensucian diri.

Lebih afdhal kabarnya kalau bisa menyembelih sendiri, biar sampai terbawa ke aspek jasad prosesnya. Tapi kalaupun tidak, setidaknya ijab qabul dengan panitia penyembelihan harus khidmat dan serius, dengan akad yang jelas. Persembahkan itu dari hati yang tulus. Karena yang sampai kepada Allah adalah penghadapan hatinya, bukan daging dan darahnya.

Bismillah...
Seorang dokter memberi terapi berdasarkan sebuah diagnosa yang ditegakkan. Sebuah penyakit harus dikenali dulu sebelum mengambil langkah berikutnya.

Dalam hidup pun demikian. Selama kita belum mengenali apa penyakit-penyakit hati masing-masing, maka semua kedukaan, kesempitan, dan penyakit yang Allah hadirkan hanya akan dikeluhkan saja tanpa paham bahwa itu semua adalah obat mujarab yang Allah turunkan untuk mengobati penyakit-penyakit hati tertentu.

Yang kita alami sebagai sebuah kehilangan, difitnah, dizalimi, disakiti, ditipu, dirugikan dll adalah sebuah fenomena lahiriyah saja dari keadaan di dalam hati yang sedang disucikan. Barangkali hati kurang taubat, kurang mencari Allah dan terlampau sibuk dunia, kurang khusyu shalat, kurang jihad, kurang sabar dan banyak sifat-sifat Allah Yang Mulia yang kurang bertumbuh karena tertutup oleh sekian hama penyakit dalam hati.

Allah Ta'ala bukan sama sekali Dzat yang menzalimi hamba-Nya. Tapi kadang orang harus dipaksa untuk menelan pil pahit bahkan dilakukan padanya operasi yang menyakitkan untuk bisa mencegah dia dari sebuah musibah yang lebih besar...
Sudahlah berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Cape lahir batin....
Setiap orang kan punya kadar rezeki dan amanahnya masing-masing. Seperti rembulan dan matahari jadi indah karena masing-masing tak bersaing dan adu unggul. Yang satu menerangi malam hari dan yang lain di siang hari. Rembulan tak perlu minder punya cahaya tak seterang matahari, karena kalau cahayanya sama terang kita sulit tidur di malam hari.

Semua sudah Allah kadar dengan sangat sempurna. Yang membuat itu jadi tak sempurna ya pikiran kita yang cenderung membanding-bandingkan itu...