Some days are tough, but believe me that you are much tougher than that. It’s okay. Just keep walking…
***
Kadang ada saat kita begitu lelah dan ingin lari rasanya dari semua kenyataan yang ada.
Kadang sekadar untuk bangkit dari tempat tidur betul-betul memerlukan sebuah upaya berat dan ingin rasanya tenggelam kembali dalam buaian mimpi agar tak perlu merasakan semua rasa sakit ini.
Kadang, hidup terasa begitu hampa sehingga kita ingin menyudahi saja semuanya.
Sahabatku sayang,
Hidup itu memang demikian adanya. Setiap kita akan dihadapkan pada situasi yang demikian mencekam dan menghimpit. Sampai-sampai kita hampir berputus asa dibuatnya.
Tapi, kita sering lupa, bahwa sebagian besar kehidupan kita masih dilimpahi oleh demikian banyak nikmat yang kerap kita abaikan kehadirannya. Mulai dari puluhan trilyun sel tubuh yang kita gunakan sehari-hari, mata yang bisa melihat, nafas yang tak tersengal-sengal, jantung yang berdetak dalam irama yang pas sehingga tak membuat dada kita berdebar-debar dan banyak lagi pemberian Allah yang baru sekadar dalam tataran ragawi, yang tak terhitung banyaknya. Belum pemberian dalam tataran jiwa, kebahagiaan, kedamaian, ilham, inspirasi, kebajikan, kebijaksanaan dll. Sesuatu yang menjadikan kita manusia, bukan sekadar makhluk seperti binatang yang memamahbiak dan berkembang biak mengikuti instingnya. Karena manusia hadir untuk menjadi kalimah-Nya. Sebuah pohon yang ditumbuhkan oleh Allah melalui serangkaian takdir yang telah Dia desain lebih dari milyaran tahun yang lalu, yang dikatakan dalam hadits bahwa sesungguhnya pena telah diangkat dan tinta ciptaan telah kering.
It’s written…Semua yang terjadi dalam hidup kita itu bukan sekadar kebetulan atau fenomena sebab-akibat semata. Ada sebuah grand design dari semesta kehidupan ini. Termasuk episode ujian dan duka cita yang tengah kita alami ini. Memang berat, iya. Tapi kan ada Allah yang selalu bisa membantu mengangkat semuanya. Jangan dijalani sendiri. Tak akan bisa. Kita akan kelelahan menjalaninya.
Surrender. Berserah diri kepada Allah. Biarkan Dia yang ambil alih. Fokuskan pada upaya memperbaiki hubungan dengan Allah dengan memperbaiki shalat. Upayakan shalat tepat waktu karena itu adalah amal yang paling Allah cintai. Lalu tambah dengan shalat-shalat sunnah untuk menambal shalat-shalat kita yang dikerjakan dengan hati yang lalai dan kurang khusyu. Lalu rasakan lama kelamaan kehadiran cahaya Allah itu di dalam hati kita. Cahaya itu yang melegakan dan membuat ringan langkah kita dalam menjalani segila apapun badai kehidupan yang ada. Hadapi, dan saksikan kuasa-Nya yang menemani di setiap langkah. []
Amsterdam, 1 Februari 2026 / 13 Sya’ban 1447 H
Siang hari yang dingin dan mendung, jam 14.09
Foto dari kamar hotel Generator Paris (Place du Colonel Fabien) , dalam kunjungan berkala ke pengajian Ar Raudhah