Saying goodbye is painful.
But pain is inevitable in life. How you interpreted it and what kind of story that you build around it will make a whole different thing, whether you are liberated from it or trapped by it.
***
Perpisahan adalah hal yang tak terelakkan dalam hidup.
Jika bukan karena keadaan maka maut-lah menjadi pemisah antara seseorang dengan apa-apa yang dikasihinya.
Menjalani perpisahan itu menyakitkan, jika kita mencintai sesuatu atau seseorang itu. Tapi, mendera rasa sakit adalah bagian dari kehidupan. Kita tidak bisa menghindar darinya. Ada hikmah yang besar kenapa Allah Ta’ala mengizinkan sebuah fenomena yang menyakitkan terjadi. Ada sesuatu yang sedang Dia tumbuhkan, walaupun itu tak nampak. Pengetahuan tentang hal ini akan membuat seseorang lebih berdamai saat menjalani episode perpisahan atau kehilangan,
“Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun”
Mengimani bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, Sang Pemilik semuanya dan akan kembali kepada-Nya. Ingat bahw akita adalah ciptaan. Kapanpun Sang Pencipta berkehendak untuk mengambil atau memindahkan ataupun mengubah ciptaan-Nya itu hak Allah Ta’ala. Kita tak punya hak untuk protes atau bahkan mengklaim itu jadi milik kita.
Let it go. Bertasbihlah dengan aliran takdir kehidupan. Agar kita menjadi orang yang merdeka. Terbebas dari pengaruh pasang surut dunia.
Amsterdam, Foodstrips, 19 September 2026 / 8 Rabiul Akhir 1448 jam 21.54