Dalam perjalanan mencari Cinta Sejati, kita akan mengalami berbagai cinta-cinta palsu.
Cinta yang hanya sesaat dan menghilang.
Sakit memang. Tapi pengalaman itu penting agar kita mengenal yang sejati itu seperti apa. Dimulai dari mengenal sesuatu yang bersifat fana.
Ada pasangan yang sudah puluhan tahun menikah, bahagia membangun rumah tangga bersama anak-anak yang dikaruniakan kepada mereka, lalu kandas dalam semalam. Alasannya macam-macam; sudah tak cocok lagi, ada pihak ketiga, keyakinan dan arah hidup yang tidak sama dll.
Ada yang tetap bertahan bersama walaupun masing-masing sudah merasa tidak bahagia dan berjarak. And it's okay. Semua pilihan ada konsekuensinya masing-masing. Yang penting kita selalu memohon kepada Allah agar dibimbing karena apa yang baik menurut kita belum tentu baik di mata Allah. Artinya kebaikan dari sesuatu itu bisa jadi butuh waktu untuk melihatnya. Memang butuh kesabaran tingkat tinggi dalam menjalaninya. Tapi selama Allah menolong dan turun tangan, tidak ada yang sulit sebenarnya.
Ingat, bahwa segala sesuatu hanya terjadi dengan kehendakNya. Jika Allah memberi izin sesuatu itu terjadi pasti banyak hikmah dan kebaikan di dalamnya. Hanya kita harus bersabar menghadapinya. Pokoknya percaya deh sama Gusti Allah. Jangan biarkan sebutir keraguan pun menyelinap di benak dan hati kita. Itu kenapa kita harus banyak-banyak istighfar. Karena kita cenderung berburuk sangka dengan ketetapan-Nya dan meragukan kebijakan-Nya.
Percayalah bahwa jika Allah mengambil sesuatu dari kita pasti Dia hendak mengganti dengan sesuatu yang lebih baik. Tapi ingat, lebih baik dalam pertimbangan-Nya.. Baik untuk dunia dan akhirat kita. Bukan dipandang baik dari kacamata syahwat, hawa nafsu dan waham manusia yang terbatas.
Ketika sesuatu yang indah itu berakhir. Just move on. Bertasbihlah dengan aliran takdir kehidupan. Percayakan semua kepada Allah. Karena semakin kita meronta-ronta dan melawannya akan semakin sakit dan takdir pun tak akan berubah. Rugi sendiri. Sementara waktu kita hidup di dunia tidak lama. Setiap nafas adalah karunia. Di dalam setiap detak jantung kehidupan ada anugerah-Nya yang tak terkira. Pandang itu. Syukuri apa yang ada. Akhir yang indah menanti bagi mereka yang sabar.
Badai pun akan berlalu. And this too shall pass...
Hug from Amsterdam.
Jumat, 6 Februari 2026 / 12 Sya'ban 1447 H
Accept that it's over. Let it go. Move on. Change is painful sometimes, but nothing is more painful then to be in a relationship that is not nurturing your soul. Don't depend on someone else as the source of happiness. God is the Only source of happiness and you can access it anytime, anywhere...

