Monday, August 31, 2026

Jangan tanya hingga Allah sendiri yang menjelaskannya

 Dia (Khidir as) berkata, "Jika engkau mengikutiku, janganlah engkau menanyakan kepadaku tetang apapun sampai aku menerangkannya kepadamu." 

Dialog antara Khidir as dan Musa as yang direkam dalam QS Al Kahfi:70

***

Dalam tahapan bersuluk ada masa ketika kita dituntut percaya penuh kepada Allah Ta'ala dan tak bahkan mempertanyakan kenapa? 

Kenapa ini terjadi kepadaku?

Kenapa dia bisa berbuat hal itu ?

Kenapa bisa gagal ?

Karena dengan bertanya sudah menunjukkan ada sebuah aspek keraguan dalam diri kita terhadap kebijakan Allah tersebut. 

Disini mengapa kita harus berserah diri (aslamna) kepada seluruh pengaturan kehidupan dari-Nya. Dengan sebuah keyakinan yang dalam bahwa apapun yang Dia berikan pasti yang terbaik. Perkara kita belum paham dan belum bisa mempersepsi apa kebaikannya, sabar saja dulu. Kadang ada hal-hal yang baru terkuak seiring dengan berjalannya waktu. Tapi dalam menunggu datangnya penjelasan Allah itu pun sudah terhitung sebagai ibadah tertentu. 

Kuncinya taqwa. Karena dengan bertaqwa, Allah akan mengajari kita tentang hal-hal yang kita pertanyakan itu. 

"Bertaqwalah, niscaya Allah akan mengajarimu."QS Al Baqarah 282. 

Dan kalau kita sudah memiliki hati yang bertaqwa, salah satu tandanya adalah bisa berdamai dengan hal yang "ghaib", the unknown, hal yang belum kebayang dalam hidup, tak terpikirkan dari mana jalan keluarnya, tak terbayangkan jalan penyelesaiannya, tak terduga solusinya. Tapi Allah Maha Tahu. 

Alif laam miim

Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, (ia merupakan) petunjuk bagi orang yang bertaqwa.  (yaitu) orang-orang yang beriman pada yang ghaib..." QS Al Baqarah 1-3

Jadi belajarlah berdamai dengan ketidaktahuan, kebingungan dan kegelapan dalam hidup. It's okay. You're gonna be okay. Anak-anak akan baik-baik saja. Semua yang kita khawatiri itu bukan realitas saat ini. Tawakal kepada Allah sepenuhnya. Karena semua sungguh dalam kendali-Nya Yang Maha Adil. 


Amsterdam, Senin, 31 Agustus 2026 di siang hari peralihan musim panas ke musim gugur yang mulai berangin kencang. Jam 2.52. Menunggu anak-anak pulang sekolah. 

Wednesday, August 26, 2026

Menyikapi alam fana

 "Jangan engkau sembah Tuhan yang lain (selain Allah). Tidak ada tuhan selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa kecuali Wajah-Nya..."  QS Al Qashash [28]:88

Di dunia ini semua bersifat sementara. 

Orang datang dan pergi. 

Kehidupan silih berganti. 

Maka, jika kita terikat terlalu kuat kepada seseorang atau keadaan, pasti akan membuat kita sengsara dan kesulitan untuk bertasbih mengalir bersama takdir-Nya. 

Tauhid adalah kunci untuk menyikapi alam fana ini. 

Agar jangan ada Ilah selain Dia. Tidak ada yang demikian mendominasi hidup dan segenap perasaan kita kecuali Dia. Tidak ada yang patut kita harapkan dengan total kecuali kepada-Nya. Tak ada yang layak kita takuti kecuali sebuah ketakutan yang agung kepada Sang Maha Pencipta. 

Jadi, manakalah kita merasa terseret dan pontang-panting menghadapi hantaman gelombang perubahan dalam kehidupan, coba telisik hati kita, mesti sedang goyah tauhidnya. Dia tengah bertawakal kepada sesuatu selain Allah.


Amsterdam, Rabu pagi yang cerah, 26 Agustus 2026 jam 9.39 pagi

Saturday, August 22, 2026

Memaknai kehadiran sang uban

 Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim as melihat uban, beliau berkata, “Wahai Rabbku, apakah ini?” Allah SWT menjawab, “Ini adalah ketenangan dan kewibawaan (waqar)”. Lalu Ibrahim as berkata, “Ya Allah! Tambahkanlah bagiku ketenangan dan kewibawaan.”


Jadi orang itu bertambah usia mestinya makin tenang dan berwibawa menjalani hidup.

Ngga grasa-grusu dan pecicilan seperti dulu.

Tenang itu tanda ilmunya ada. Bukan jenis ilmu yang hanya berupa gelar yang berendeng. Tapi ilmu yang berupa cahaya di hatinya, yang dengannya dia menjadi makin bijak dan rendah hati.


Oleh karena itu orang-orang tua sering diminta saran dan petuahnya, mereka sudah kenyang mencicipi asam-garam kehidupan. Mereka tahu dan mengalami sendiri bahwa roda dunia selalu berputar, tak selalu ada di atas dan tak berhenti di titik bawah. Pengalaman hidup membuat mereka paham bahwa setelah kesulitan selalu ada kemudahan. Dua hal yang berdampingan, seperti detak jantung : kontraksi dan relaksasi. Itu yang membuat kita hidup. Tinggal sabar dan bersyukur menjalaninya, insya Allah.


Dalam perjalanan ke Leiden di siang hari yang mendung, perpindahan musim panas ke musim gugur.


22 Agustus 2026, 10.56 pagi

Wednesday, August 19, 2026

Saat hati semakin bersinar

 “Allah cahaya petala lelangit dan bumi…”

QS An Nuur [24]:35


Nur iman adalah cahaya Allah yang menerangi hati (qalb) dan membuatnya hidup. Hati yang tanpa cahaya adalah bagaikan kuburan; gelap, mati, tak bisa melihat dan tak bisa mempersepsi kebenaran (al haq) yang tengah Allah gelar dalam panggung dunia kehidupan.

Semakin seseorang kembali (taubat) mendekat kepada Allah, semakin teranglah hatinya. Cahaya yang ada menyibak semua tirai kegelapan. Pada saat yang sama debu-debu dunia yang tadinya tak kelihatan mulai tertampakkan satu demi satu.

Semakin terang intensitas cahaya seseorang (maqam) semua hal yang halus semakin tertampakkan. Pikiran sekilas atau niatan halus yang hanya orang itu dan Allah yang tahu pun akan terhukumi dalam kehidupan. Jika ada pikiran atau niat yang tak benar, Allah akan tampakkan kebathilannya dalam takdir yang dihadapi. Agar sang hamba menyadari kesalahannya dalam berpikir dan merasa.

Maka cermati terus semua gerak kehidupan yang ada dengan penuh tafakur dan berserah diri. Be humble. Apapun yang Allah Ta’ala datangkan ke ruang hidup kita dari saat ke saat adalah pesan Ilahiyah yang akan menguak kondisi hati kita. Agar kita bisa kembali dengan hati yang bersih. Pulang dengan jiwa yang tenang.

Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jamaah) hamba-hamba-Ku, Dan masuklah ke dalam surga-Ku! 

QS Al Fajr:27-30


Selepas fajr di Amsterdam, sambil menunggu anak-anak bersiap sekolah, 20 Agustus 2026


Saat hidup rasanya "gitu-gitu aja"

 "Setiap waktu Dia dalam kesibukan" 

- QS Ar Rahman:29


Allah Sang Maha Pencipta itu selalu menciptakan dari saat ke saat. Bayangkan, jadi kita sebenarnya berjalan dalam aliran ciptaan yang baru dari nafas ke nafas. Tapi kok kayanya gitu-gitu aja hidup? Ngga banyak yang berubah? Masalah yang melingkupi yang itu-itu lagi. Perasaan yang berkecamuk dari minggu lalu sampai sekarang masih betah nongkrong di dalam dada. Kok rasanya ngga terasa pernyataan kitab suci Al Quran bahwa Dia setiap saat dalam kesibukan. 

Untuk menambah khazanah ihwal bagaimana kita setiap saat dalam ciptaan baru, Ibnu Arabi mengatakan bahwa Dia selalu mencipta dengan sempurna. Tidak mungkin Allah Yang Maha Sempurna itu menciptakan sesuatu dengan KW 2 alias kualitas abal-abal. Ngga mungkin banget! Dia sangat jauh dari sifat seperti itu. Dia Dzat yang tidak iseng dalam mencipta sesuatu. Tidak coba-coba. Dan kalau Dia menghendaki sesuatu terjadi PASTI banyak hikmah di balik semua perkara yang tercipta. 

Jadi kalau merasa hidup serasa jalan di tempat, bosan, jenuh dan tak bersemangat. Pasti sedang ada yang tidak mengalir di sana. Ibarat kapal layar yang tak melaju karena tidak ada angin. Angin itu dari ruh. Bersama dengan kehadiran kuasa-Nya. Dan Allah itu Dzat Yang Maha merespon hamba-Nya. 

"Aku menjadi kawan duduk mereka yang mengingat-Ku" - firman-Nya. 

Kalau hati kita betul-betul menyeru Dia, maka Dia hadir dan kehadiran-Nya bagaikan matahari yang menyinari dan memberi kehidupan. You will feel the joy and feeling alive!

Dengan kata lain, kalau kita merasa "stuck" dalam kehidupan dan tidak bisa "move on", mungkin kita kurang menghadapkan wajah hati kita kepada-Nya. Mungkin kita belum menyeru Dia dengan sungguh-sungguh dari lubuk hati yang terdalam. 

Wallahu'alam


Amsterdam, 19 Agustus 2026, musim panas yang mulai berangin dan mendung. Menunggu Rumi, si bungsu di hari pertamanya di middelbareschool (kelas 1 SMP) di Cygnus Gymnasium Amsterdam 

1.38 pm.

Sunday, August 16, 2026

Ketika Allah balas kontan

 Kereta yang membawa saya dan anak-anak dari Den Haag ke kembali ke Amsterdam ternyata harus berhenti di Leiden karena masalah teknis. Maka kami pun menunggu sekitar 20 menit untuk naik kereta berikut yang menuju Amsterdam Central.


Waktu sudah bergerak lebih dari jam 10 malam, kebanyakan toko di stasiun tutup. Tiba-tiba saya melihat sepasang laki-laki dan perempuan terlihat kebingungan di depan pintu wc umum. Mereka tampaknya tidak bisa masuk ke dalamnya yang hanya bisa dilakukan dengan memasukkan koin satu euro dan tak punya fungsi pembayaran dengan kartu. Saya mendekati mereka sambil merogoh sekeping uang satu euro dari dalam kantung lalu membukakan pintunya. Si perempuan terkejut sambil tersenyum lega saat saya mempersilahkan dia untuk masuk. Kelihatannya dia sudah kebelet dan senang sekali mendapatkan kesempatan itu dengan tak terduga, barangkali dia pikir saya membuka pintu wc umum itu untuk saya pribadi. 


Perempuan itu masuk wc dan saya berjalan bersama anak-anak ke arah kedai kebab Doner yang masih buka sambil menunggu kereta berikutnya.


Tiba-tiba, perempuan itu menghampiri kami yang sedang duduk di dalam kedai kebab. Rupanya dia dan  suaminya mencari-cari saya setelah keluar dari wc umum itu. “Please allow me to pay” kata suaminya menawarkan mentransfer uang. 


“Oh, it’s okay. It’s on me” saya jawab sambil tersenyum.


“I thought you insert the coin and open the door for you, i never thought anybody would do that for me” kata si perempuan.


“Oh well, you need it. And i happened to have the coin”


“Can i give you a hug” kata si perempuan sambil menangis sambil sungkem cium tangan saya segala.


Saya agak kikuk dibuatnya, sambil menarik tangan dan ngga nyangka dia bisa tersentuh emosinya sedemikian rupa.


Tak sampai lima menit si perempuan itu datang lagi, kali ini sambil membawa sekantung belanjaan dari supermarket sebelah yang memang masih buka. 


“This is for you and your kids. Thank you so much. I was losing my faith to humanity and you bring it back to me.” Katanya sambil menangis lagi dan minta dipeluk sampai tiga kali.


Anak-anak bengong dong lihat fenomena ini. We keep talked about it afterwards. Lalu Elia, si sulung ngintip isi kantung belanjaan yang kira-kira isinya bernilai lebih dari 10 euro. 


“Whoa, Mama give 1 euro and got return more than 10 euro.


I also got one euro here, anybody want to go to the toilet?” Haha dasar otak dagang! 🥰


What a wonderful and touching closure for the day, Alhamdulillah.

Saturday, August 15, 2026

Hidup itu jalani saja

 You can’t change how people think or feel about you.

Just live your life and be happy, be grateful, be content.


Hidup itu jalani saja. 

Dari hari ke hari.

Dari waktu shalat ke waktu shalat. 

Break down into pieces, agar tak perlu mengkhawatirkan masa yang belum datang, walaupun itu satu jam ke depan. So we travel light, tak membebani diri dengan ketakutan akan masa depan yang belum datang atau ditarik oleh masa lalu yang sudah lewat. Fokus dengan amal shalih, merespon kehidupan sesuai dengan tuntunan-Nya dari nafas ke nafas. Sebab kita mesti belajar menjadi putra sang waktu, yang bertasbih menuruti aliran qadha dan qadar-Nya. Dengan sebuah keyakinan kuat bahwa apa-apa yang telah Dia tetapkan untuk kita, pastilah yang terbaik. 

Just believe.

Karena hidup adalah membangun keyakinan.

“Hingga datang kepadamu al yaqin” - Al Quran.