Wednesday, August 19, 2026

Saat hati semakin bersinar

 “Allah cahaya petala lelangit dan bumi…”

QS An Nuur [24]:35


Nur iman adalah cahaya Allah yang menerangi hati (qalb) dan membuatnya hidup. Hati yang tanpa cahaya adalah bagaikan kuburan; gelap, mati, tak bisa melihat dan tak bisa mempersepsi kebenaran (al haq) yang tengah Allah gelar dalam panggung dunia kehidupan.

Semakin seseorang kembali (taubat) mendekat kepada Allah, semakin teranglah hatinya. Cahaya yang ada menyibak semua tirai kegelapan. Pada saat yang sama debu-debu dunia yang tadinya tak kelihatan mulai tertampakkan satu demi satu.

Semakin terang intensitas cahaya seseorang (maqam) semua hal yang halus semakin tertampakkan. Pikiran sekilas atau niatan halus yang hanya orang itu dan Allah yang tahu pun akan terhukumi dalam kehidupan. Jika ada pikiran atau niat yang tak benar, Allah akan tampakkan kebathilannya dalam takdir yang dihadapi. Agar sang hamba menyadari kesalahannya dalam berpikir dan merasa.

Maka cermati terus semua gerak kehidupan yang ada dengan penuh tafakur dan berserah diri. Be humble. Apapun yang Allah Ta’ala datangkan ke ruang hidup kita dari saat ke saat adalah pesan Ilahiyah yang akan menguak kondisi hati kita. Agar kita bisa kembali dengan hati yang bersih. Pulang dengan jiwa yang tenang.

Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jamaah) hamba-hamba-Ku, Dan masuklah ke dalam surga-Ku! 

QS Al Fajr:27-30


Selepas fajr di Amsterdam, sambil menunggu anak-anak bersiap sekolah, 20 Agustus 2026


Saat hidup rasanya "gitu-gitu aja"

 "Setiap waktu Dia dalam kesibukan" 

- QS Ar Rahman:29


Allah Sang Maha Pencipta itu selalu menciptakan dari saat ke saat. Bayangkan, jadi kita sebenarnya berjalan dalam aliran ciptaan yang baru dari nafas ke nafas. Tapi kok kayanya gitu-gitu aja hidup? Ngga banyak yang berubah? Masalah yang melingkupi yang itu-itu lagi. Perasaan yang berkecamuk dari minggu lalu sampai sekarang masih betah nongkrong di dalam dada. Kok rasanya ngga terasa pernyataan kitab suci Al Quran bahwa Dia setiap saat dalam kesibukan. 

Untuk menambah khazanah ihwal bagaimana kita setiap saat dalam ciptaan baru, Ibnu Arabi mengatakan bahwa Dia selalu mencipta dengan sempurna. Tidak mungkin Allah Yang Maha Sempurna itu menciptakan sesuatu dengan KW 2 alias kualitas abal-abal. Ngga mungkin banget! Dia sangat jauh dari sifat seperti itu. Dia Dzat yang tidak iseng dalam mencipta sesuatu. Tidak coba-coba. Dan kalau Dia menghendaki sesuatu terjadi PASTI banyak hikmah di balik semua perkara yang tercipta. 

Jadi kalau merasa hidup serasa jalan di tempat, bosan, jenuh dan tak bersemangat. Pasti sedang ada yang tidak mengalir di sana. Ibarat kapal layar yang tak melaju karena tidak ada angin. Angin itu dari ruh. Bersama dengan kehadiran kuasa-Nya. Dan Allah itu Dzat Yang Maha merespon hamba-Nya. 

"Aku menjadi kawan duduk mereka yang mengingat-Ku" - firman-Nya. 

Kalau hati kita betul-betul menyeru Dia, maka Dia hadir dan kehadiran-Nya bagaikan matahari yang menyinari dan memberi kehidupan. You will feel the joy and feeling alive!

Dengan kata lain, kalau kita merasa "stuck" dalam kehidupan dan tidak bisa "move on", mungkin kita kurang menghadapkan wajah hati kita kepada-Nya. Mungkin kita belum menyeru Dia dengan sungguh-sungguh dari lubuk hati yang terdalam. 

Wallahu'alam


Amsterdam, 19 Agustus 2026, musim panas yang mulai berangin dan mendung. Menunggu Rumi, si bungsu di hari pertamanya di middelbareschool (kelas 1 SMP) di Cygnus Gymnasium Amsterdam 

1.38 pm.

Sunday, August 16, 2026

Ketika Allah balas kontan

 Kereta yang membawa saya dan anak-anak dari Den Haag ke kembali ke Amsterdam ternyata harus berhenti di Leiden karena masalah teknis. Maka kami pun menunggu sekitar 20 menit untuk naik kereta berikut yang menuju Amsterdam Central.


Waktu sudah bergerak lebih dari jam 10 malam, kebanyakan toko di stasiun tutup. Tiba-tiba saya melihat sepasang laki-laki dan perempuan terlihat kebingungan di depan pintu wc umum. Mereka tampaknya tidak bisa masuk ke dalamnya yang hanya bisa dilakukan dengan memasukkan koin satu euro dan tak punya fungsi pembayaran dengan kartu. Saya mendekati mereka sambil merogoh sekeping uang satu euro dari dalam kantung lalu membukakan pintunya. Si perempuan terkejut sambil tersenyum lega saat saya mempersilahkan dia untuk masuk. Kelihatannya dia sudah kebelet dan senang sekali mendapatkan kesempatan itu dengan tak terduga, barangkali dia pikir saya membuka pintu wc umum itu untuk saya pribadi. 


Perempuan itu masuk wc dan saya berjalan bersama anak-anak ke arah kedai kebab Doner yang masih buka sambil menunggu kereta berikutnya.


Tiba-tiba, perempuan itu menghampiri kami yang sedang duduk di dalam kedai kebab. Rupanya dia dan  suaminya mencari-cari saya setelah keluar dari wc umum itu. “Please allow me to pay” kata suaminya menawarkan mentransfer uang. 


“Oh, it’s okay. It’s on me” saya jawab sambil tersenyum.


“I thought you insert the coin and open the door for you, i never thought anybody would do that for me” kata si perempuan.


“Oh well, you need it. And i happened to have the coin”


“Can i give you a hug” kata si perempuan sambil menangis sambil sungkem cium tangan saya segala.


Saya agak kikuk dibuatnya, sambil menarik tangan dan ngga nyangka dia bisa tersentuh emosinya sedemikian rupa.


Tak sampai lima menit si perempuan itu datang lagi, kali ini sambil membawa sekantung belanjaan dari supermarket sebelah yang memang masih buka. 


“This is for you and your kids. Thank you so much. I was losing my faith to humanity and you bring it back to me.” Katanya sambil menangis lagi dan minta dipeluk sampai tiga kali.


Anak-anak bengong dong lihat fenomena ini. We keep talked about it afterwards. Lalu Elia, si sulung ngintip isi kantung belanjaan yang kira-kira isinya bernilai lebih dari 10 euro. 


“Whoa, Mama give 1 euro and got return more than 10 euro.


I also got one euro here, anybody want to go to the toilet?” Haha dasar otak dagang! 🥰


What a wonderful and touching closure for the day, Alhamdulillah.

Saturday, August 15, 2026

Hidup itu jalani saja

 You can’t change how people think or feel about you.

Just live your life and be happy, be grateful, be content.


Hidup itu jalani saja. 

Dari hari ke hari.

Dari waktu shalat ke waktu shalat. 

Break down into pieces, agar tak perlu mengkhawatirkan masa yang belum datang, walaupun itu satu jam ke depan. So we travel light, tak membebani diri dengan ketakutan akan masa depan yang belum datang atau ditarik oleh masa lalu yang sudah lewat. Fokus dengan amal shalih, merespon kehidupan sesuai dengan tuntunan-Nya dari nafas ke nafas. Sebab kita mesti belajar menjadi putra sang waktu, yang bertasbih menuruti aliran qadha dan qadar-Nya. Dengan sebuah keyakinan kuat bahwa apa-apa yang telah Dia tetapkan untuk kita, pastilah yang terbaik. 

Just believe.

Karena hidup adalah membangun keyakinan.

“Hingga datang kepadamu al yaqin” - Al Quran.


Friday, August 7, 2026

Mahadaya Cinta

 Don’t underestimate the power of love.


Orang yang sedekah sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diperbuat oleh tangan kanannya adalah orang yang berbuat sesuatu dengan ikhlas lillahi ta’ala. 


Orang semacam ini, dia memberi tak berharap dibalas.


Orang seperti ini, dia baik kepada seseorang todak bermotifkan supaya yang bersangkutan jadi baik dan dekat dengannya.


Orang seperti ini akan bersinar kasih sayangnya seperti matahari walaupun tidak dibalas dengan “i love you too” atau bahkan air susu dibalas dengan air tuba.


Orang seperi ini bebas. Hidupnya untuk Tuhan. Bahkan bukan untuk dirinya sendiri. Dialah salah satu pilar semesta. Keneradaannya bisa jadi tak dikenal orang. Kepergiannya pun bisa jadi tenggelam dalam sepi. Tapi namanya mahsyur di langit.


Jangan tertipu dengan fenomena dunia. Ilusinya banyak yang menenggelamkan orang dari. Aman ke zaman. Sedemikian rupa hingga manusia lupa bahwa dia mengemban amanah tertentu di dunia ini. 


Semua amalan tergantung niat seseorang. Dan juat itu datang dari qalb. Pastikan qalb kita hidup kembali dengan cahaya-Nya.


Dalam perjalanan dari Weesperplein ke Gein di Amsterdam, Jum’at 7 Agustus 2026

17.33 sore


***


Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tatkala Allah menciptakan bumi, maka bumi bergoncang-goncang, kemudian Allah menciptakan gunung-gunung lalu meletakkannya di atas bumi tersebut sehingga bumi menjadi tenang. Dan para malaikat merasa kagum terhadap kerasnya gunung-gunung tersebut. 


Mereka berkata; wahai Tuhanku, apakah diantara makhlukmu terdapat sesuatu yang lebih keras daripada gunung? Allah berfirman: "Ya, api." 


Kemudian mereka berkata; wahai Tuhanku, apakah diantara makhlukMu terdapat sesuatu yang lebih keras daripada api? Allah berfirman: Ya, air. 


Mereka berkata; wahai Tuhanku, apakah diantara makhlukMu terdapat sesuatu yang lebih keras daripada air? Allah berfirman: ya, angin. 


Mereka berkata; wahai Tuhanku, apakah diantara makhlukMu terdapat sesuatu yang lebih keras daripada angin? Allah berfirman: Ya, anak Adam. Ia bersedekah dengan sebuah sedekah dengan tangan kanannya dan menyembunyikannya dari tangan kirinya."

Tuesday, August 4, 2026

Agar bisa memaknai setiap penggal kehidupan

 Perjalanan Musa as di paruh akhir hidupnya untuk mencari Khidir as sebagaimana tertuang kisahnya dalam surat Al Kahfi adalah perjalanan manusia untuk memahami dirinya sendiri. 

Khidir as dikatakan adalah orang yang berilmu yang bisa mengungkapkan hikmah dan kebenaran di balik penggal-penggal hidup Musa yang diperagakan dalam tindakan-tindakannya yang sempat membuat seorang Musa bingung karena dipandangnya merusak dan melanggar syariat. Tapi Al Quran pun mencatat jawaban Khidir as terhadap berbagai keberatan Musa itu, 

“Aku tidak melakukannya berdasarkan kemauanku sendiri…” - QS Al Kahfi:82

Kita semua sebenarnya sedang mencari ‘Khidir’ dalam diri masing-masing. Utusan-Nya yang bisa membantu kita membaca (iqra) seluruh kitab kehidupan kita hingga kita meneguk maknanya dan bersaksi “Rabbana maa khalaqta haadza baathila” bahwa tidak ada yang bathil, tak ada yang salah dan tak ada penggal hidup kita yang sia-sia. Walaupun di mata orang banyak itu seperti sebuah kegagalan, keterlambatan atau bahkan tragedi sekalipun. Karena bukankah kita ingin berdamai dengan takdir yang telah Allah tuliskan kepada diri masing-masing? Baru kemudian kita bisa menjadi hamba-Nya yang bersyukur. Dan makna dari setiap langkah kehidupan akan mulai kita cicipi rasa manisnya. Insya Allah. Kuncinya dimulai dari menerima dan berjuang untuk membaca dengan baik apapun yang Dia hadirkan ke dalam ruang takdir kehidupan kita dari saat ke saat. Iqra, bismirabbikalladzi khalaq. Membacanya dengan menyertakan Dia. Karena hanya Dia yang tahu dan bisa mengajari kita. Pada kenyataannya, apapun bisa menjadi media dan perantara proses pengajaran itu. Memang mesti sabar dan telaten menjalaninya. And sometimes we can get tired or depair but this is the way…


Stasiun Groningen di musim panas yang menyengat, 4 Agustus 2026 jam 10.53 pagi



Sunday, July 26, 2026

Agar Allah membersamai kita

 Pastikan setiap langkah dibersamai Allah.

Setiap pilihan, dipilihkan Allah.

Melakukan sesuatu karena Allah.

Mengerjakan sesuatu sebab mengharap ridho-Nya.

Pokoknya setiap nafas usahakan betul merasakan kehadiran-Nya. Masalahnya Dia memang selalu hadir. Satu Yang Paling setia.

Kitanya saja yang teralihkan perhatiannya kesana kemari sehingga Dia seolah tak ada.


Segala sesuatu yang dikerjakan lillahi ta’ala tak akan rugi. Kalaupun seakan ngga ada uangnya, tapi ganjaran yang kita garapkan adalah lebih berharga dari sekadar imbalan yang bersifat materi.


Walaupun tampaknya ‘gagal’ atau ‘kurang keren’ sekalipun di mata orang banyak, tapi kalau sesuatu itu dari Allah dan itu adalah yang Dia kehendaki maka itulah rezeki terbesar kita. Para pemuda dalam kisah Ashabul Kahfi paham betul tentang prinsip ini. Dalam usianya yang masih belia, kalau dalam bahasa kita sekarang, karir lagi menanjak dan dan dunia serasa ditundukkan, mereka malah menyepi untuk mencari amr Allah. Urusan spesifik yang Allah kehendaki untuk diri masing-masing. Karena apa gunanya diit banyak tapi Allah tidak senyum sama kita? Apa bahagia seakan memiliki segala tapi hati jauh dari Allah?


“Masa bermain sudah usai” sindir Jalaluddin Rumi. Ayo dong mikirnya jauh, ke akhirat. Jangan tenggelam dalam permainan dunia material yang melalaikan. Bukan berarti kita meninggalkan dunia. Justru seorang mukmin adalah yang piawai dalam memanage dunianya tapi kekuatan dunia itu tak dia biarkan mencengkeram hatinya. Karena qalb itu hanya untuk Allah.


Renungan saat sarapan pagi di bandara jelang keberangkatan ke London, Senin 27 Juli 2026 jam 8.38 pagi