Ada penggal sesjarah memilukan di zaman Nabi Elisha a.s. - yang menerima mandat kenabian setelah Nabi llyas (Elijah/Elia) a.s. Kisah ini terjadi di masa pemerintahan Raja Yoram, raja Bani Israil yang tidak patuh sehingga rakyatnya diuji dengan kekeringan dan tidak tersedia bahan makanan dalam kurun waktu yang lama. Sebuah kondisi kelaparan yang luar biasa mematikan sehingga orang bisa terpaksa memakan daging manusia untuk sekadar bertahan hidup.
Dikisahkan ada dua orang ibu yang masing-masing memiliki satu anak yang dalam kondisi menderita kelaparan yang sangat sedemikian rupa sehingga dua ibu itu mengambil keputusan yang musykil yaitu dengan mengorbankan kedua anaknya agar bisa bertahan hidup. Sebuah kisah yang membuat kita menggelengkan kepala tak pecaya, kok bisa seorang ibu tega berbuat itu kepada anaknya? Tapi kalau kita berada dalam kondisi mereka, belum tentu juga kita tidak melakukan hal yang sama. So better no judging, lebih baik kita berlindung kepada Allah dari hal seperti itu.
Kita bisa merasa kaget dan bahkan jijik membaca kisah di atas. Tapi kita mungkin tidak sadar bahwa kita pun punya potensi untuk membunuh anak-anak kita sendiri? Mungkin tidak membunuh secara fisik, tapi jiwanya dilumpuhkan sedemikian rupa hingga tak berdaya dan dia hidup tidak menjadi dirinya sendiri.
Kita bisa jadi membunuh jiwa anak kita ketika memaksakan dia mengambil jurusan kuliah yang tidak pas dengan potensi jiwanya, hanya karena jurusan itu tampak keren dan sepertinya lebih menjanjikan masa depan yang cerah.
Kita bisa jadi memberangus jiwa anak kita ketika memaksanya menikahi seseorang yang bukan jodoh pilihan Allah, semata-mata karena untuk mendapatkan kemuliaan di depan masyarakat.
Kita bisa jadi melumpuhkan potensi jiwa anak kita ketika tidak menyiraminya dengan cinta kasih tapi penuh dengan kekerasan bahkan kebencian.
Kita memang tertatih-tatih dan tak berdaya untuk memegang amanah besar untuk menumbuhkan seorang jiwa manusia. Hanya Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa, karenanya tak ada jalan lain kecuali banyak-banyak berdoa dan memohon pertolongan, kekuatan dan bimbingan kepada Allah Sang Maha Pencipta agar kita benar dalam menjalankan fungsi hidup sebagai orang tua.[]
Amsterdam, 16 Maret 2026 waktu ashar di musim semi yang cerah.
