Monday, March 16, 2026

Belajar menelan rasa sakit

 I know it’s painful. But it is exactly what your soul needed to grow. So endure it. Finds hope in the promise of future glory rather than current circumstances.

***

Ingat, hidup kita masih panjang. 

Kematian dari alam dunia ini adalah gerbang perpindahan ke alam lain yang lebih abadi. Oleh karenanya Allah mengutus rasul-rasul ke muka bumi ini untuk mengingatkan akan hal itu. Bahwa hidup kita ada orientasinya. Bahwa takdir yang sudah Allah tetapkan itu ada tujuannya. Agar kita tidak kehilangan arah dalam hidup. Agar kita tidak salah dalam menyusun prioritas. 

Mendera rasa sakit adalah bagian dari pertumbuhan jiwa. It’s a growing pain. Sesuatu yang raga kita juga rasakan ketika ia harus bertumbuh. Dan rasa sakit bukanlah hal yang buruk, ia salah satu dari hal-hal yang Allah pergantikan. Ia menjadi buruk ketika pikiran kita melabelinya sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. Padahal kebahagiaan bagi orang beriman hanyalah bersama dengan Tuhannya. Lantas, apakah ada satu noktah takdir kehidupan yang sama sekali bukan berasal dari-Nya dan Dia tidak terlibat di dalamnya?

Sama sekali tidak ada. Karena Dia meliputi segala sesuatu.

Tentang menyikapi dunia ini Syaikh Abdul Qadir Jailani berpesan,

“Dunia ini ada gantinya, yaitu akhirat.

Dan makhluk itu ada gantinya, yaitu Al Khaliq SWT.

Setiap kali kamu meninggalkan sesuatu dari dunia ini, maka akan diciptakan ganti yang lebih baik.”


Amsterdam, 16 Maret 2026 / 27 Ramadhan 1447 H

Sunny day at spring time, 10.34 am

No comments:

Post a Comment