Saturday, March 28, 2026

Mensyukuri hadirnya malapetaka, penderitaan dan guncangan hidup

 "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga

Padahal belum datang kepadamu seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. 

Mereka ditimpa malapetaka (al ba'saa''), penderitaan (adh dharraa'u), dan diguncangkan (az zulzilu)

Sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?"

Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."

QS Al Baqarah [2]: 214

***

Al Quran adalah panduan dalam kehidupan. Jika kita merenungkan ayat ini, mestinya respon kita ketika menghadapi takdir berupa hal yang dipandang sebagai musibah atau malapetaka buat orang banyak, sebuah penderitaan atau sakit yang berkepanjangan maupun sakit secara fisik maupun lelah secara batin dan keguncangan dalam kehidupan berupa kehilangan sesuatu yang kita cintai, juga hal-hal yang berupa "life changing moment", bisa kita maknai berbeda. Bahwa itu bukan sebuah hal yang buruk sama sekali. Melainkan harga yang harus dibayar, latihan yang harus ditempuh dan proses pensucian yang harus dilakoni , agar kita masuk kategori sebagai ahli surga. 

Dan perhatikan bahwa lamanya masa untuk mendera itu semua bisa ditempuh sekian lama sampai-sampai para Rasul dan orang beriman bertanya "Kapankah wahai Allah pertolongan-Mu tiba? " "Kapan doaku dikabulkan?" "Kapan aku bisa keluar dari situasi ini?' 

Hidup betul-betul adalah untuk membangun keyakinan. Agar Dia Ta'ala menjadi semakin nyata buat kiat. Bukan sebagai Dzat Yang Maha Kuasa dan tak terjangkau. Memang Dia laisa kamitslihi syaiún, tidak bisa diperumpamakan dengan sesuatu apapun, tapi Dia pun cinta ingin dikenal. Dan Dia akan datang ketika manusia butuh pertolongan. Maka kita harus sadar bahwa manusia itu selalu dalam keadaan fakir atau membutuhkan-Nya. Dan musibah adan segenap ujian kehidupan akan mengkondisikan kita jadi fakir. Jangan kecil hati dan putus asa, justru itu saat dimana Dia akan hadir memperkenalkan Dirinya lebih lanjut dan lebih dalam kepada kita. Akibatnya otomatis kita jadi lebih paham kenapa takdir-takdir tertentu tersebut mesti kita jalani. Akhirnya kita jadi lebih mensyukuri setiap nafas kehidupan. Insya Allah. 


Amsterdam, 28 Maret 2026, musim semi cerah berangin dingin, Sabtu, 28 Maret 2026

No comments:

Post a Comment