Monday, March 16, 2026

Saat kita dibuat tak berdaya

 Yahya a.s. lahir melalui ketekunan, kegigihan dan kesabaran ayahnya, sang Nabi Zakariya a.s. yang dengan rela menanti puluhan tahun sejak janji Allah diberitakan bahwa ia akan diberi keturunan yang banyak hingga pada hari ketika ketetapan itu turun di saat ia dan istrinya sudah berusia senja. Di masa yang musykil untuk mendapatkan keturunan. Karenanya ketika berita itu akhirnya turun, bahwa anak yang dinantikan akan segera didapat, Zakariya sempat meragukannya. Sesuatu yang oleh Allah kemudian dihukumi dengan menjadi bisu selama penantian kelahiran anaknya. 

Masa penantian dan kebisuan adalah periode ketika hidup dibuat sunyi. Seolah tak ada gerakan. Padahal justru banyak hal yang tumbuh dalam kesunyian. Dan Allah justru seringkali mengilhamkan sesuatu ke dalam hati hamba-hamba-Nya tidak melalui kata-kata verbal. Ia seperti embun pagi yang menetes dan membasahi permukaan hati hingga menyerap dan membawa kesegaran tertentu, sebuah pemahaman, cara pandang yang baru tentang takdir kehidupan kita masing-masing.

Tak ada yang perlu disesali dalam hidup. Semua ketidakberdayaan, masa penantian, dan ketika semua pintu kesempatan seolah tertutup rapat, sadarilah kita sedang dalam kondisi didiamkan. Saat semua pintu dunia ditutup itulah saat pintu langit akan terbuka dan kita akan mengenal Dia dengan pengenalan yang jauh lebih indah. Sebuah makrifat yang tak diajarkan oleh satu buku atau satu guru manapun, karena Dia yang langsung mengajarkan dengan memperkenalkan Diri-Nya kepada kita. 

So, be happy for the silence period, for silence is the language of God and all else is poor translation.

Amsterdam, 16 Maret 2027 / jelang malam 27 Ramadhan 1447 H



No comments:

Post a Comment