Saturday, March 14, 2026

Hidup itu jalani saja dengan bersyukur

 Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah kepadamu!

Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi?

Tidak ada Tuhan selain Dia.

Lalu bagaimana kamu dapat dipalingkan (dari ketauhidan)?

Quran Fathiir [35]:3


Kita lahir ke dunia ini kan tidak bisa pilih lahir kapan, lewat orang tua yang mana, dalam kendaraan raga yang seperti apa. Artinya semua sudah diaturkan oleh Sang Maha Pencipta. Dan yang diaturkan secra presisi itu tidak hanya tentang kelahiran kita tapi semua takdir yang akan dijalani hingga akhir masa. Mestinya kesadaran ini membuat kita tenang menjalani hidup, karena meyakini bahwa pengaturan-Nya adalah yang terbaik. Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu asal-asalan. Dia itu Dzat Yang selalu all-out  memberikan yang terbaik. Selalu! Jangan ragukan itu. Masalahnya pemahaman kita yang dangkal yang membuat kita masih tertatih-tatih untuk melihat dimana kebaikan dari ketetapan-Nya itu. 

Karenanya sejak awal kita diajak untuk "Iqra". Baca Al Quran, Baca Kitab kehidupan. Baca kitab diri kita. Dan yang namanya membaca itu proses yang aktif, bukan sekadar mengeja huruf tanpa makna. Sejauh mana kita meraih makna akan seiring dengan pertumbuhan akal di dalam diri kita, baik itu akal jasadiyah apalagi akal jiwa yang rentangnya sejauh tujuh lapis langit mulai dari fuád hingga lubb. 

Mulai dari menerima dan mensyukuri takdir yang ada dari saat ke saat. Itu pun sudah banyak yang gagal dalam melakukannya karena tertarik oleh godaan syaithan dari depan, belakang, kiri dan kanan, sedemikian rupa sehingga kita tidak bersyukur di titik itu. 

Hidup itu mengalir saja dari titik ke titik. Dari satu waktu shalat ke waktu shalat lain. Terima sambil asyik menjalaninya, karena sungguh kita tengah berselancar di aliran takdir kehidupan yang merupakan kekaryaan luar biasa dari Sang Maha Pencipta, Allah abbul 'alamiin. []

Amsterdam, Sabtu 14 Maret 2026 / 25 Ramadhan 1447 H pukul 16.41 sore di musim semi yang masih dingin dan mendung

Menanti berbuka bersama my shaum and sahoor buddy, Rumi :)



No comments:

Post a Comment