Kehilangan sesuatu yang kita sukai itu berat dalam hidup.
Tapi, natur kehidupan itu fana. Semuanya bersifat sementara.
Semakin kita melekat kepada sesuatu, semakin sulit kita melepaskannya.
Menjalani masa-masa purna tugas adalah salah satu keniscayaan dalam hidup.
Pekerjaan tertentu akan berakhir seiring dengan bertambahnya usia.
Atau posisi tertentu bisa Allah Ta'ala ambil kembali lewat seribu satu cara dinamikan kehidupan.
Agar jangan terlalu terpuruk menjalaninya, ingatlah firman Allah Ta'ala berikut:
Katakanlah (Muhammad), 'Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan (al khayr). Sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. - QS Ali Imran [3]:26
Sadari bahwa kita terlahir ke dunia ini tanpa memiliki apa-apa. Adalah Allah Ta'ala yang mengamanahkan itu semua. Kita mesti tahu diri bahwa kita ini adalah ciptaan dan sang hamba, biarkan Sang Pencipta memberi dan mengambil sesuatu - memuliakan dan membuat kita terhina sekalipun - dengan keyakinan bahwa di balik semua tindakan-Nya itu tersimpan banyak kebajikan (al khayr) untuk kita.
Hidup masih panjang. Jika kita terpuruk dan meratapi berpanjang-panjang di penggal kehidupan di alam dunia yang sangat singkat ini maka kita akan kehilangan banyak kesempatan untuk bersyukur dan akhirnya menjadi hamba-Nya yang merugi.
Let it go. And just work with the flow.
Berjalanlah dengan ringan dan tersenyum dari hati dalam menghadapi takdir dari hari ke hari.
Musim gugur di Amsterdam, 2 November 2026 jam 8.28 pagi setelah membantu mempersiapkan Rumi berangkat sekolah.
No comments:
Post a Comment