Sunday, August 16, 2026

Ketika Allah balas kontan

 Kereta yang membawa saya dan anak-anak dari Den Haag ke kembali ke Amsterdam ternyata harus berhenti di Leiden karena masalah teknis. Maka kami pun menunggu sekitar 20 menit untuk naik kereta berikut yang menuju Amsterdam Central.


Waktu sudah bergerak lebih dari jam 10 malam, kebanyakan toko di stasiun tutup. Tiba-tiba saya melihat sepasang laki-laki dan perempuan terlihat kebingungan di depan pintu wc umum. Mereka tampaknya tidak bisa masuk ke dalamnya yang hanya bisa dilakukan dengan memasukkan koin satu euro dan tak punya fungsi pembayaran dengan kartu. Saya mendekati mereka sambil merogoh sekeping uang satu euro dari dalam kantung lalu membukakan pintunya. Si perempuan terkejut sambil tersenyum lega saat saya mempersilahkan dia untuk masuk. Kelihatannya dia sudah kebelet dan senang sekali mendapatkan kesempatan itu dengan tak terduga, barangkali dia pikir saya membuka pintu wc umum itu untuk saya pribadi. 


Perempuan itu masuk wc dan saya berjalan bersama anak-anak ke arah kedai kebab Doner yang masih buka sambil menunggu kereta berikutnya.


Tiba-tiba, perempuan itu menghampiri kami yang sedang duduk di dalam kedai kebab. Rupanya dia dan  suaminya mencari-cari saya setelah keluar dari wc umum itu. “Please allow me to pay” kata suaminya menawarkan mentransfer uang. 


“Oh, it’s okay. It’s on me” saya jawab sambil tersenyum.


“I thought you insert the coin and open the door for you, i never thought anybody would do that for me” kata si perempuan.


“Oh well, you need it. And i happened to have the coin”


“Can i give you a hug” kata si perempuan sambil menangis sambil sungkem cium tangan saya segala.


Saya agak kikuk dibuatnya, sambil menarik tangan dan ngga nyangka dia bisa tersentuh emosinya sedemikian rupa.


Tak sampai lima menit si perempuan itu datang lagi, kali ini sambil membawa sekantung belanjaan dari supermarket sebelah yang memang masih buka. 


“This is for you and your kids. Thank you so much. I was losing my faith to humanity and you bring it back to me.” Katanya sambil menangis lagi dan minta dipeluk sampai tiga kali.


Anak-anak bengong dong lihat fenomena ini. We keep talked about it afterwards. Lalu Elia, si sulung ngintip isi kantung belanjaan yang kira-kira isinya bernilai lebih dari 10 euro. 


“Whoa, Mama give 1 euro and got return more than 10 euro.


I also got one euro here, anybody want to go to the toilet?” Haha dasar otak dagang! 🥰


What a wonderful and touching closure for the day, Alhamdulillah.

No comments:

Post a Comment