Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim as melihat uban, beliau berkata, “Wahai Rabbku, apakah ini?” Allah SWT menjawab, “Ini adalah ketenangan dan kewibawaan (waqar)”. Lalu Ibrahim as berkata, “Ya Allah! Tambahkanlah bagiku ketenangan dan kewibawaan.”
Jadi orang itu bertambah usia mestinya makin tenang dan berwibawa menjalani hidup.
Ngga grasa-grusu dan pecicilan seperti dulu.
Tenang itu tanda ilmunya ada. Bukan jenis ilmu yang hanya berupa gelar yang berendeng. Tapi ilmu yang berupa cahaya di hatinya, yang dengannya dia menjadi makin bijak dan rendah hati.
Oleh karena itu orang-orang tua sering diminta saran dan petuahnya, mereka sudah kenyang mencicipi asam-garam kehidupan. Mereka tahu dan mengalami sendiri bahwa roda dunia selalu berputar, tak selalu ada di atas dan tak berhenti di titik bawah. Pengalaman hidup membuat mereka paham bahwa setelah kesulitan selalu ada kemudahan. Dua hal yang berdampingan, seperti detak jantung : kontraksi dan relaksasi. Itu yang membuat kita hidup. Tinggal sabar dan bersyukur menjalaninya, insya Allah.
Dalam perjalanan ke Leiden di siang hari yang mendung, perpindahan musim panas ke musim gugur.
22 Agustus 2026, 10.56 pagi
No comments:
Post a Comment