Showing posts with label al quran. Show all posts
Showing posts with label al quran. Show all posts

Thursday, June 9, 2016

Cahaya Ramadhan dan Cahaya Al Qur'an

"Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya telah diturunkan Al-Qur'aan, sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan dari al-Huda dan al-Furqan" -Al-Baqarah [2]:185-
Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as: “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku akan memberikan kepada umat Muhammad dua cahaya, agar tidak ditimpa oleh dua bahaya kegelapan!”
Musa as bertanya, “Apa yang Engkau maksud dengan dua cahaya itu wahai Tuhanku?”
Allah SWT menjawab: “Cahaya Ramadhan dan cahaya Al-Qur’an”
Musa as kembali bertanya, “Apa yang Engkau maksud dengan dua bahaya kegelapan, wahai Tuhanku?”
Allah SWT menjawab: “Adapun dua bahaya kegelapan adalah kegelapan alam kubur dan kegelapan Hari Qiyamah!”
(Dari postingan Kang Zam, 5 Juni 2016)

Monday, November 25, 2013

Membebaskan Jiwa dari Dominasi Jasad

Proses membebaskan jiwa kita dari pengaruh jasad adalah proses yang panjang. Setelah sekian puluh tahun lamanya jasad kita terbiasa dengan pola makan tertentu, pola tidur tertentu, memiliki selera tertentu, keinginan tertentu yang semuanya seperti membentuk siapa diri kita, padahal semuanya kebanyakan terpengaruh dari orang tua, masa asuhan, keluarga dan masyarakat sekitar. 'man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu', kenali dirimu maka engkau akan mengenali Rabb-mu, proses membebaskan jiwa dari pengaruh jasadiyah merupakan bagian dari proses pengenalan diri.

Lalu dimulai dari mana? Minimal kita mengimani dulu bahwa kehidupan kita yang tampaknya berserakan dan tak berhubungan ini ada hubungannya dengan Al Quran, minimal itu. Karena kalau sudah tidak yakin dengan Al Quran maka Al Quran itu tidak akan bekerja untuk kita, jadi sesuatu yang tidak diyakini tidak akan mujarab.

Prinsipnya jika sudah ada kepercayaan bahwa ada hubungan antara kita dengan Al Quran, baru akan terbuka rahasianya. Kalau tidak peduli dengan Qurannya, dibaca pun tidak, tidak peduli dengan nasib kita, dan kita pun tidak berusaha mencari jawaban pertanyaan dalam kehidupan selain hanya menunggu entah mentor yang menerangkan, entah pak ustadz, maka sungguh harta karun itus tidak akan terbuka. Jadi masing-masing harus membuka sendiri, kenapa? Karena setiap orang beda-beda kepalanya, beda-beda ujiannya, beda jalan hidupnya. Tidak ada yang mengetahui dengan detil kehidupan sahabat sekalian kecuali diri sendiri dan Allah Ta'ala.***