Dunia ini adalah medan ilusi, tak ada keberadaan yang sejati di dalamnya.
Tasawuf adalah sebuah perjalanan jiwa.
Perjalanan dari ego ke hati (qalb). Dari ilusi kepada kebenaran.
- Muhyiddin Ibnu Arabi.
Kehidupan dunia adalah ilusi. Saking kuatnya ilusi yang ada sebagian besar manusia tidak sadar bahwa dirinya tenggelam di dalam ilusi.
Ilusi adalah sesuatu yang tidak nyata. Seperti mimpi, apapun yang terjadi di alam mimpi bukanlah realita yang sesungguhnya. Oleh karenanya Rasulullah SAW bersabda, "Kebanyakan manusia tertidur, baru ketika mereka mati maka mereka terbangun". Bayangkan, hebatnya ilusi ini. Tidurnya saja bagaikan sebuah mimpi panjang yang demikian nyata. Kenapa ketika mati dia baru terbangun? Karena saat kematian jasad itulah manusia baru menyadari bahwa hakikat dia yang sebenarnya adalah jiwanya. Sang jiwa yang mestinya tumbuh akalnya dan banyak meminum hikmah dalam kehidupan. Akan tetapi sebagian besar manusia ketika meninggal tidak sempat meraup rezeki batin untuk jiwa sehingga saat terbangun di alam barzakh dan menjalani kehidupan berikutnya, jiwanya dalam keadaan merana.
Orang-orang yang Allah kehendaki untuk taubat, akan dibangunkan dari tidur panjangnya di dunia ini melalui sebuah pengalaman "kematian"dalam kehidupan yang berupa kegagalan berumah tangga, sakit berat, kandas dalam berbisnis, dirundung perseteruan dengan keluarga atau pihak lain. Apapun itu yang bernuansa 'kiamat' dan seolah membumihanguskan semua kehidupan kita sebetulnya adalah sebuah rahmat agar kita terbangun dan hidup dalam jalan kehidupan yang baru. Di jalan yang lebih mengenal Allah. Di kehidupan yang lebih dalam dan sarat dengan hikmah alih-alih hanya mengejar hal-hal yang bersifat duniawi semata.
Jadi, bermurah hatilah pada orang yang sedang didera ujian atau musibah dalam hidup. Siapa tahu mereka sedang Allah angkat derajatnya dan dibangunkan dari ilusi kehidupan nyaman yang pernah dijalaninya. Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk setiap kita. Atas apapun yang Allah ambil pasti dia beri ganti yang lebih baik. Pasti. Itu adalah sifat-Nya.
Maka tetaplah berjalan. Dan bersabarlah dalam menempuh pelepasan satu per satu tirai ilusi itu. Yakin bahwa di titik akhir, bahagia yang sejati akan kita jelang. Insya Allah.
Amsterdam 14 Januari 2026 / 25 Rajab 1447 H
Pukul 14.07 siang di hari yang cerah untuk pertama kalinya setelah musim dingin yang beku.
No comments:
Post a Comment