Kadang, beban kehidupan terasa demikian berat hingga seakan kedua kaki kita terperosok dan terbenam dalam-dalam ke bumi kehampaan.
Kadang, rasa sakit itu terasa begitu kita membuka mata di saat terbangun dari tidur dan rasanya ingin tenggelam dalam dunia mimpi lagi, karena di dunia sana rasa sakit itu seakan tiada.
Kadang, hidup demikian kelam hingga kita tak bisa melihat kemana kita melangkah dan kita tenggelam dalam kebingungan.
Tapi yakinlah ini. Bahwa Allah tak pernah menzalimi hamba-Nya dan bahwa apapun yang menimpa kita masih dalam daya pikul kita, jika kita mengimani-Nya.
Jadi tetaplah berpengharapan. Jangan biarkan kekalutan dunia menghentikan rasa syukur kita akan setiap nafas yang kita hembuskan yang jumlahnya sekitar dua puluh ribuan setiap hari dan ratusan juta kali seumur hidup. Adapun semua kesulitan dan rasa sakit itu, minta agar Allah mengangkatnya, karena hanya Dia yang mengirimkan itu semua yang sanggup mencabutnya. Lalu jalani kehidupan selangkah demi selangkah sambil menunggu jalan keluar dan pertolongan dari-Nya. Hari ke hari. Dari satu waktu shalat ke waktu shalat lainnya. Keep walking. It’s the only thing that keeps you alive!
Amsterdam, 9 Januari 2026
Sambil mengantar Rumi potong rambut jam 12.11 siang yang mendung dan hujan hingga mencairkan sisa-sisa salju yang ada.
No comments:
Post a Comment