Wednesday, October 14, 2026

Be the man

“Ar rijaalu qawwamuna ‘ala nisaa”
QS An Nisaa:34

Ayat ini sering diterjemahkan sebagai “laki-laki adalah pemimpin kaum perempuan”

Akan tetapi kalai kita lihat lebih dalam kata “qawwamuna” adalah sebuah kata bentuk intenaif dari kata “qa’im” yang secara harfiah berarti “orang yang berdiri”. Secara hukum dan dari segi linguistik Bahasa Arab, kata “qawwam” atau “qayyim” berarti seorang pelindung, pemelihara, administrator atau manager yang bertanggung jawab untuk mengawasi segala urusan demi memastikan keselamatan dan kesejahteraan ragawinya.

Artinya, seorang lelaki yang layak digelari sebagai pemimpin bagi perempuannya adalah ia yang melakukan fungsinya sebagai penjaga, pelindung dan pemelihara sang perempuan. Dalam keseharian kita bisa melihat jelas mana lelaki yang “cowok banget” dan mana yang “banci”. Laki-laki sejati itu mengambil inisiatif untuk membantu. Itu adalah ekspresi penghormatan dan memuliakan kaum perempuan. Jangan biarkan si perempuan menenteng sendiri belanjaan beratnya. Kalau bisa bukakan pintu untuknya. Sepulang kerja, walaupunlelah upayakan ikut membantu sang istri mengurus anak dan rumah tangga. Karena rumah itu rumah bersama-sama. Dan merawat anak-anak adalah tanggung jawab baik ibu dan ayah.

Seorang “qayyim” juga berarti sebagai pelindung. Bukan sekadar berang kalau melihat ada laki-laki lain mendekati pasangannya. Tapi juga lindungi perasaan sang perempuan dengan menjadi safe space buatnya. Inilah makna menjadi seorang laki-laki sejati.

Dan perempuan itu kalau sudah terpenuhi kebutuhannya untuk merasa aman, dihargai kehadiran dan upayanya (feeling to be seen) dan dimengerti, maka si perempuan itu akan berkembang seperti bunga yang merekah dan mengeluarkan wanginya. Ini rahasia untuk meraih intimasi dengan perempuan. Be the man.

Jeddah, 14 Oktober 2026 jam 15.26 menunggu adzan Ashar


No comments:

Post a Comment