Saya melihat ibu tua berjilbab panjang berwarna hitam itu bersandar pada sebatang pohon di pinggir jalan.
Debu bercampur asap dari kendaraan bermotor di bawah terik sinar matahari yang panas seakan tak beliau gubris.
Terkantuk-kantuk.
Menunggu datangnya rezeki.
Siapa tahu ada yang bersedia beli.
Enam biji mainan anak siap jual.
Dua puluh lima ribu rupiah satunya.
Enam kali dua puluh lima ribu.
Syukur-syukur terjual semua.
Bisa membawa pulang seratus lima puluh ribu rupiah.
Untuk membayar kontrakan kamar, membeli makan dan membiayai kebutuhan hidup sehari-hari lainnya.
Seratus lima puluh ribu.
Buat sebagian orang itu hanya seharga segelas gelas besar kopi dingin plus cake di cafe nyaman.
Tapi bagi ibu ini, beliau harus menunggu sepanjang hari di bawah terik matahari.
Beliau tidak meminta-minta.
Yakin, Gusti Allah ora sare…
Bandung, 22 Oktober 2026
No comments:
Post a Comment