ONE WAY TICKET
Setiap manusia terlahir membawa one way ticket menuju alam barzakh, alam persinggahan berikutnya.
Di usia janin 120 hari dituliskan tanggal berapa dan kapan waktu keberangkatannya. Kadang ada yang di delay, tapi tak ada yang bisa menolak saat keberangkatan jika ia telah tiba.
Sang Pemberi Tiket sudah mempersiapkan segalanya, perbekalan dan semua itinerary. Lengkap sejak hari pertama landing sampai nanti berangkat kembali. Semua orang membawa misi yang berbeda-beda di negeri persinggahan sementara ini. Setiap orang memiliki itinerary yang spesifik, yang disesuaikan dengan bekalnya masing-masing.
Kebanyakan manusia, setelah landing di negeri asing, lupa dengan tugas dinasnya itu. Ia malah menghabiskan semua perbekalan berdasarkan kemauannya alih-alih mengikuti itinerary yang telah ada. Sebuah agenda suci yang terlupakan dan terlalaikan hingga saat boarding datang. Ia baru ingat belum melakukan ini dan itu. Tapi sudah terlambat.
Panggilan akhir sudah digaungkan.
Saatnya untuk pergi.
Tinggal sesal yang tiada tara.
“Duh, seandainya dulu aku begini-begitu”
Sesal kemudian tiada guna.
Selagi masih ada nafas.
Temukan kembali itinerary dari-Nya.
Apa kehendak-Nya yang diamanahkan kepada kita di alam persinggahan ini.
Baca kembali dari semua bekal yang ada.
Semua ada di sana. Menunggu untuk kita baca dan ditafakuri.
Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, menunggu boarding menuju Jeddah jam 16.53 sore
No comments:
Post a Comment