Showing posts with label shalat. Show all posts
Showing posts with label shalat. Show all posts

Monday, April 30, 2018

Mendirikan etika kepada Allah Ta'ala yang paling pokok itu dibangun di dalam shalat. Oleh karenanya dilatih selama bertahun-tahun agar bisa menegakkan shalat, tidak sekadar mengerjakannya.

Sungguh shalat adalah sebuah perkara yang besar, sebuah pertemuan antara seorang hamba dengan Rabbnya. Di saat itulah kita bertarung dengan segenap hawa nafsu dan pikiran yang berkecamuk di saat itu.

Adapun seseorang yang tidak memandang penting pertemuan sakral ini tentunya tidak akan mendapatkan banyak hal dari shalatnya, sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah swt dan jauh dari Allah.”

(Adaptasi dari kajian hikmah Al Quran yang diampu oleh Mursyid Zamzam AJT, 15 April 2018)

Wednesday, June 12, 2013

Nilai Manusia Dihitung Dari Shalatnya

"Sebaik-baik amal manusia adalah shalat"
- Imam Ali k.w.

Rasulullah saw bersabda, "Segala hal memiliki wajah, dan wajah Islam adalah shalat"
Wajah adalah karakter dan kepribadian seseorang, maka seorang yang mengaku muslim tetapi tidak shalat maka sebenarnya ia bukan seorang muslim, sebagaimana sabda Rasulullah saw,

"Telah kafirlah seorang muslim yang tidak mengerjakan shalat"


Jadi sebenarnya harga setiap manusia itu dihitung dari shalatnya, karena sebaik-baik amal adalah shalat. 
Shalat juga merupakan pilar dari semua amal shaleh, dengen demikian walaupun seseorang berhaji, berinfak banyak, jihad fi sabilillah dan belajar ilmu yang banyak jika tidak shalat itu tidak ada artinya, karena amal-amal yang berikutnya itu akan mengikuti cahaya shalat. 

Demikian juga apabila shalat seseorang benar, maka akan benar yang lainnya, karena shalat yang dikerjakan dengan benar akan mencegah seseorang dari perbuatan fahsya dan munkar. Dalam hadits Rasulullah saw bersabda , 

"Barangsiapa orang bersholat kemudian dalam sholatnya tidak menambah dekat kepada Allah. Barangsiapa sholat yg sholatnya tidak mencegah dari fahsya dan munkar maka tidak menambah kecuali jauhnya dengan Allah ta’ala."

Begitu pentingnya shalat dalam kehidupan sehingga Umar bin Khaththab berwasiat kepada menteri dan gubernurnya ihwal menegakkan shalat agar menjadi hal yang diperhatikan. Umar berkata "Barangsiapa yang menyia-nyiakan shalat pasti lebih menyia-nyiakan yang lainnya"

Semoga Allah Ta'ala membantu kita menjadi hamba-Nya yang menegakkan shalat. Aamiin.

(Disajikan ulang dari Pengajian Hikmah Al Quran yang disampaikan oleh Zamzam AJT, 26 November 2013)

Thursday, May 9, 2013

Shalat Membuat Tidak Produktif ?

Shalat adalah bentuk dzikir yang khusus yang tata caranya dicontohkan oleh Rasulullah saw berdasarkan tuntunan Allah Ta'ala. Betul bahwa esensi shalat adalah dzikir, akan tetapi meninggalkan tata cara shalat dengan alasan hanya ingin mengambil esensinya dan tidak melaksanakan seperti yang Rasulullah contohkan juga sama dengan memasuki rumah tidak dari pintunya, bukan suatu etika yang baik kepada Yang Maha Kuasa, karena Rasulullah saw berkata 'jika engkau ingin dicintai Allah, maka ikutilah aku'.

Semestinya saat shalat adalah momen dimana kita tunaikan sebaik-baiknya hak Allah menyadari betapa seringnya kita lalai mengingatnya di luar waktu shalat, akan tetapi yang terjadi saat shalat pun kerap kali pikiran kita masih didominasi dengan urusan pekerjaan, rumah tangga, mencari rezeki dan beragam pernak-pernik urusan hidup kita lainnya, maka yang terjadi adalah shalat malah menambah jauh jarak kita dengan Allah. Ketika shalat tidak dimaknai dengan benar, maka wajar bila sebagian orang menganggap saat yang diluangkan untuk shalat adalah sahalat yang 'mengganggu' produktifitas kerjanya. Gaung suara adzan yang memanggil hamba-Nya yang beriman untuk menghadapkan hati dan segenap raga bisa terdengar sumbang dan mengganggu. Yang penting kerja! Begitu kata pikiran yang sibuk dengan dunia.

Padahal Allah menjamin semua urusan kita, dan apabila kita memenuhi hak Nya pada saat shalat maka percayalah bahwa Allah akan membereskan semua urusan kita bahkan yang tidak kita pikirkan sekalipun. Tentang hal ini Rasulullah saw pun bersabda "Kalau kita ingin diperbaiki hubungan dengan manusia, maka perbaiki dulu hubungan dengan Allah". Saat shalat itulah kita menyerahkan segenap urusan yang banyak itu di tangan-Nya Yang Maha Kuasa dengan hati yang penuh pengharapan agar kiranya Dia yang menguruskan bagi kita, dan Dia akan menguruskan dengan suatu kemudahan yang tidak pernah kita duga.

(Sajian ulang dari Pengajian Hikmah Al Quran, Zamzam AJT. 12 November 2005)

Amsterdam, 9 Mei 2013
9.35 am