Wednesday, September 2, 2026

Semakin pasrah hidup itu semakin Allah aturkan

 Dari 'Umar bin al-Khattab ra, Nabi Muhammad SAW bersabda, 

"Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang."  (HR Tirmidzi No. 2344)

***

Kita, manusia suka lupa kalau hidup itu ada Allah Yang Maha Mengatur. 

Karena lupa, kita suka panik-panik sendiri ngga jelas. 

Menghadapi kekurangan dan kebutuhan hidup lantas heboh cari solusi sana-sini sambil lupa berdoa dulu kepada Allah Yang menempatkan kita pada semua keadaan itu. 

Logikanya begini, Dia Yang Membuat semua fenomena ini, mestilah Yang Maha Tahu apa jalan keluar dan solusi dari semua permasalahan. Ngerti sih konsep ini, tapi yakin? Wah itu masalah lain ternyata. Karena pada kenyataannya dalam hidup kita sering melewati Allah. Dia seperti dicuekin gitu. Allah seolah hanya sesosok yang hadir di sepetak sajadah saat kita melakukan shalat yang express dan tidak khusyu itu. 

Mari jadi saksi kebenaran hadits ini. Pegang saja satu hadits ini dulu untuk menghadapi segenap permasalahan kita. Kita berjuang tawakal dengan tawakal yang benar kepada Allah. Tawakal yang ngga setengah-setengah. Bukan berarti pasrah ngga ngapa-ngapain. Karena di hadits itu burung pun harus menjemput rezekinya dengan terbang, pergi dari sarangnya. Ngga asal mangap dan menanti makanan jatuh dari langit!

Ikhtiar itu perlu, tapi landasi semua ikhtiar kita dengan hati yang bertawakal kepada Allah. Rasakan deh jadi indah semua yang dialami, walaupun itu harus hujan-hujanan naik motor di jalanan. Walaupun harus menyisir jalanan dalam panas dan debu. Walaupun harus kurang tidur karena mengerjakan orderan. Walaupun bersabar menanti datangnya pelanggan seharian. Semuanya jadi indah karena kita melewatinya dengan hati yang bersender kepada Allah, mengandalkan Dia, berdzikir kepada-Nya. Dan saksikan bahwa kita akan tidur  dari hari ke hari dengan perut kenyang. Begitu pun rezeki anak-anak kita. Dijamin. 

Lha untuk besok gimana? Minggu depan gimana? Bayaran bulan depan piye?

Nah, hidup itu hari ke hari saja. Jangan terlalu didramatisir, pusing sendiri kita. 

Kuncinya berserah diri. Karena semakiin kita berserah diri kepada Allah, maka Allah akan semakin mengaturkan segenap kehidupan kita. Dan siapa pengatur kehidupan yang lebih baik dibanding Dia?

Belajarlah dari Nabi Isa Almasih as yang berdoanya minta "daily bread", makanan untuk hari ini. 

Besok? Ya minta lagi. As simple as that. Hidup memang sesimpel itu kok.

Karena kita tengah belajar menjadi anak Sang Waktu. 

"Be the children of the time, to say tomorrow is not our way"


Amsterdam, 2 Agustus 2026 jelang musim gugur yang anginnya kencang dan merontokkan dedaunan

Jam 11.41 pagi

No comments:

Post a Comment