“Be in this world as if you were a stranger or a traveller along a path.”
- Rasulullah SAW
Ibn Umar would say, “If you make it to the evening, do not wait for the morning. If you make it to the morning, do not wait for the evening. Take from your health for your sickness, and from your life for your death.”
Traveller itu ga bawa bawaan setruk penuh lengkap dengan sofa, rice cooker, baju selemari dll, itu mah pulang kampung namanya.
Travelling yang nyaman itu ya travel light. Tidak bawa banyak gembolan. Agar bisa berjalan dengan bebas tanpa menyeret-nyeret beban berat.
Para traveller tahu dimanapun mereka singgah akan ada rezekinya di tempat itu, maka mereka bekal seadanya saja.
Dunia ini tempat singgah jiwa-jiwa yang sedang diperjalankan oleh Allah. Tak perlu risau tentang akomodasi dan konsumsi sebenarnya, lha wong Event Organizernya sang Rabbul ‘alamiin sendiri. Kalau taqwa pasti dijamin hayatan thayyiba. Tinggal nikmati segala agenda yang sudah ditetapkan dari hari ke harinya. Setiap hari berbeda-beda walaupun tempatnya tampaknya itu-itu saja, tapi perhatikan tamu-tamu Allah yang Dia hadirkan selalu baru dengan segenap dinamikanya. Karena sungguh setiap saat kita dalam ciptaan yang baru.
Di perjalanan ini kita akan mengingat kembali siapa Rabb, yang jiwa kita sudah kenal saat di Alam Alastu (Alam Kesaksian) dulu (QS 7:172). Setiap etapenya penuh pelajaran di perjalanan dunia ini. Maka perhatikan baik-baik. Baca (iqra) dengan benar. Karena Dia sedang memperkenalkan Dirinya lebih jauh. Lewat kehidupan kita masing-masing yang luar biasa ini. So, enjoy the ride and be a grateful traveller🐫☺️
- Dalam perjalanan ke Rotterdam, 15 April 2026 jam 7.42 pagi
No comments:
Post a Comment