Wednesday, April 29, 2026

Agar terlepas dari belenggu masa lalu

 If you still question you past, "Why did it happened to me?"

Know that you are still living it.

***

Dalam hidup, mendera luka-luka masa lalu adalah keniscayaan. Karena tak selamanya hidup itu bahagia dan senang terus. Sebagian besar luka masa kecil itu ditorehkan biasanya justru oleh orang-orang dekat sekitar kita. Orang tua kita sendiri, adik atau kakak atau anggota keluarga lainnya. Kadang luka itu didapat dari pergaulan di sekolah. Oleh orang yang membully kita hingga traumanya masih menjejak hingga sekarang. 

Seorang pakar trauma, Gabor Mate berpendapat bahwa yang namanya trauma itu bukan kejadian yang menimpa seseorang, tapi respon seseorang atas kejadian itu. Artinya, kejadian buruk yang sama yang menimpa dua orang yang berbeda bisa menghasilkan dua respon yang berbeda. Yang satu bisa move on dan yang lain masih hidup dalam tempurung masa lalunya bahkan berdekade tahun lamanya. 

"Kenapa itu terjadi pada saya?" Biasanya itu pertanyaan yang sering timbul. Dan itu adalah pertanyaan yang sangat valid dan mesti dikejar. Karena sebelum kita paham kenapa sesuatu itu menimpa kita, kita belum bisa bersabar atas sesuatu itu. Seperti halnya kaidah yang disampaikan oleh Nabi Khidir as kepada Musa as yang saat itu bersemangat sekali ingin berguru kepadanya, Nabi Khidir berkata, 

"...bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"QS Al Kahfi:68

Jadi pemahaman dan ilmu pengetahuan yang benar itu bisa mengubah cara pandang kita terhadap takdir hidup yang menimpa sehingga kita semakin sabar dan bahkan mensyukurinya. Memang butuh waktu hingga akhirnya pemahaman itu datang, dan kadang ia datang secara bertahap. Tidak apa-apa dijalani saja. Karena itu adalah jalan kesembuhan kita lahir batin. Insya Allah. 


Amsterdam, 29 April 2026, di musim semi yang  terik tapi angin masih dingin dan kencang. 13.27 siang

No comments:

Post a Comment