Friday, July 3, 2026

Facing our reality, one day at a time

 The only reality is what is in front of you, at this moment. All else is an illusion.

Hidup itu sederhana sebenarnya, jalani apa yang ada di hadapan dari saat ke saat, apa adanya. Tanpa embel-embel label "kurang", "lebih", "telat", "terlalu dini atau prematur" dll. Karena yang sering membuat emosi muncul dan menggurita adalah ketika kita melabeli fenomena-fenomena tertentu apalagi kalau ditambah dengan dibubuhi kisah drama yang akhirnya menjadikan kita seorang "Drama Queen" ketika menjalani takdir kehidupan. 

Ketika seseorang - yang terutama kita kasihi - terlambat membalas pesan kita. Kemudian kita melabeli fenomena ini dengan "dia tidak peduli padaku" lalu ditambah bumbu cerita "jangan-jangan dia sedang sama yang lain" plus background soundtrack horror di belakangnya. Komplit sudah film drama yang membuat kita menderita. Padahal kenyataannya bisa jadi sama sekali tidak seperti yang kita bayangkan. Dan, kalaupun memang terjadi apa yang kita takutkan itu, sadarilah dengan membayang-bayangkan film drama tadi saja itu berarti kita sudah membiarkan urusan orang lain merampok waktu, tenaga dan perhatian kita yang mestinya difokuskan untuk ibadah dan beramal shalih. Rugi!

Memang tidak mudah mempersepsi kehidupan apa adanya. Otak kita sudah cenderung terbiasa melabel segala sesuatu dan kreatif mengolah kisah yang bukan realitas yang sebenarnya. Tapi kebiasaan tidak produktif ini bisa dilatih dengan pertolongan Allah. Kuncinya adalah banyak dzikir dan stay at your present moment. Lihat dunia dan kehidupan apa adanya, tanpa harus mengimbuhkan label. Kalau kita cek saldo di rekening ada uang dua ratus ribu, ya bilang sama diri sendiri, saya punya dua ratus ribu. Lalu katakan alhamdulillah sebagai bentuk syukur. Jangan lihat rekening dan jumlah uang dua ratu ribu lantas ketar-ketir lantas melabel situasi itu dengan "duh, gue miskin ya. " atau otak dramatisnya jalan dengan membayangkan "wah, bisa makan ngga ya sampai akhir bulan?" Padahal lho masih cukup ada makanan untuk hari ini. Ya hari ini. Karena kita kan melangkah hari demi hari. Masalah besok? Akan ada rezekinya tersendiri, lihat saja. Yang penting tawakal penuh sama Allah, rezeki mah dijamin! Sok lihat. Jangan kalah sama burung yang mengais rezekinya dari hari ke hari

"Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia telah memberikan rezeki kepada burung yang berangkat di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan perut kenyang."  Hadits dari Umar ra dalam HR Tirmidzi no. 2344

Amsterdam, memasuki musim panas, 3 Juli 2026 jam 10.35 pagi

No comments:

Post a Comment