Suluk adalah sebuah perjalanan panjang untuk memurnikan tauhid kita.
Laa ilaa ha ilallah
Agar tidak ada tuhan-tuhan (ilah-ilah) lain yang bercokol di dalam hati kita, selain Allah.
Kapan sesuatu telah menjadi ilah kita?
Ketika sesuatu itu telah menguasai dan mencengkeram diri. Sedemikian rupa sehingga terbentuk kemelekatan kita terhadapnya.
Mungkin kita tidak menyembah ilah yang berbentuk patung seperti Latta atau Uzza seperti zaman dulu. Mungkin kita juga merasa tidak musyrik dengan tidak memiliki jimat-jimat yang kita anggap mendatangkan kekuatan tertentu.
Tapi ilah yang nongkrong di dalam hati kita berupa pekerjaan yang kita takut kalau sampai kehilangan. Merasa kalau tanpa pekerjaan itu bagaimana bisa menghidupi diri dan keluarga.
Ilah lain bisa berwujud sebagai pasangan yang dicintai berlebihan. Sampai "i can't live without you". Dan manakala dia tidak membalas pesan, tidak ngirim kabar, berpaling ke lain hati atau meninggal dunia, rasanya dunia kiamat. It's another form of attachment.
Ilah yang berwujud non fisik banyak, diantaranya ilah bernama "reputasi", "popularitas"dll, yang demikian disanjung-sanjung. Saking ingin terkenal dan banyak follower sampai rela melakukan apapun. Tapi dia lupa bahwa semua hal di dunia itu sementara. Ketenaran pun akan pudar pada saatnya. Dan saat itu dia mulai sesak nafas, sempit dadanya karena hal yang da rasa memberikan kehidupan baginya perlahan-lahan hilang ditelan zaman.
Dengan demikian, seruan para nabi untuk membangun dan memperkuat tauhid itu sebenarnya seruan kepada jalan kebebasan dari belenggu dunia yang akan menarik kita ke lumpur kesengsaraan. Karena kebanyakan manusia terbelenggu oleh ilah-ilah lain yang bersifat sementara yang hanya masalah waktu mendatangkan penderitaan dan kesengsaraan.
Tauhid therefore is the path to freedom. Bebas dari perbudakan selain Allah. Kita menjadi hamba-Nya, dan itu adalah hal terbaik dalam kehidupan, karena Allah Taála adalah Tuan yang sangat baik dan sangat memperhatikan hamba-Nya. Kalau kita mengimaninya...
Amsterdam, Sabtu 9 Mei 2026 jam 12.50 siang
Menanti waktu shalat dhuhur sambil menerjemahkan Complete Works of Josephus Flavius (1148 halaman)
No comments:
Post a Comment