Monday, May 11, 2026

Siapkan mental setiap pagi

 Otak manusia didesain menyenangi pola. Itulah pentingnya kita memiliki ritual setiap hari. Dan syariat agama melalui waktu-waktu shalat membuat kita keeps grounded. Jadi lebih membumi. Mengokohkan akar pohon diri kita. 

Di antara hal yang kita siapkan di pagi hari adalah sebuah kesadaran bahwa hari ini kita mungkin akan menghadapi masalah atau orang yang menyebalkan. Dan itu adalah bagian dari hidup. Maka Rasulullah SAW mengajarkan agar kita berlindung dari kesedihan, "Allahumma inni aúdzubika minal hammi wal hazan" tapi sadari bahwa ketika kita berlindung dari kesedihan bukan berarti hari itu kita tidak berhadapan dengan masalah atau perilaku yang membuat kita mengusap dada. Karena ujian adalah sesuatu yang melekat bagi orag-orang beriman. Maka bedakan, bahwa kita bisa berada di tengah badai kehidupan atau diperlakukan dengan tidak baik tapi hati bisa merasa tenang dan tidak dibuat sedih karenanya. Kok bisa? Ya bisalah, karena Allah yang menjaga hati kita. Apapun bisa ditundukkan bagi seorang hamba-Nya yang beriman. Seperti halnya Allah Taála berfirman kepada api agar ia menjadi dingin dan tidak mendatangkan kesakitan untuk hamba-Nya Ibrahim as. Jadi walaupun tubuhnya berada di tengah kobaran api yang membumbung tinggi yang membuat ngeri semua orang yang menyaksikannya, dia keluar dengan selamat tanpa luka sedikit pun.

Itulah kekuatan doa di pagi hari. Untuk mempersiapkan kita mengadapi api ujian kehidupan harian. Agar ia tidak membakar diri walaupun ganas kelihatannya. Agar kita tidak tertelan oleh ilusi dunia dan supaya tauhid kita makin kuat kepada Allah Taála. 


Amsterdam, Senin tenang, 11 Mei 2026 jam 10.06 pagi

No comments:

Post a Comment