Thursday, February 18, 2016

Kenapa Tidak Baik Mencela Zaman?

Waktu merupakan bentangan ketetapan dan takdirnya yang dirangkai demikian cermat dan rapi oleh Sang Maha Pencipta. Ketetapan dan takdir-Nya itu berpasangan bagaikan siang dan malam, ada saat senang ada saat susah, ada saat lapang juga ada saat sempit. Bagaikan anggur dalam perasan tangan Sang Pemeras, maka sang waktu dinamai "Al Ashr" dalam Bahasa Arab, dari kata "ashara ya'shiru" yang berarti mengeluarkan sesuatu dengan tekanan.

Dinamika hidup berfungsi memeras manusia agar didapat kualitas insan pilihan. Oleh karenanya jangan sampai kita mengutuk waktu dengan sekadar mengatakan : zaman edan! hari yang sial! tahun terkutuk! zaman bejat! atau label-label lain yang disandingkan dengan bentangan Allah Ta'ala yang suci ini.

"Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Aku disakiti oleh anak Adam.
Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.'" (HR Muslim No. 6000)

Mengenai waktu ini paman Nabi SAW, Abu Thalib pernah bersyair:

Kita menyalahkan zaman, padahal aib itu ada pada kita.
Zaman ini tak memiliki celah kecuali kita sendiri.
Seekor serigala pun enggan untuk memakan saudaranya.
Tapi manusia dengan mudah memakan satu sama lainnya. []


No comments:

Post a Comment