“…Perumpamaan (dunia)adalah seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur…”
QS Al Hadid: 20
Dunia itu fana.
Artinya segala sesuatu bersifat sementara. Kehadirannya secara fisik tidaklah kekal. Dia bersifat sementara. Maka perubahan adalah sebuah keniscayaan.
Ada saat berkumpul, ada saat berpisah. Ada saat bersuka cita dan ada saat berduka. Ada momen dalam keramaian dan ada masa dalam kesepian. Keadaan dan situasi akan terus berubah. Tapi kita mesti belajar untuk meraih makna di setiap saatnya. Hanya dengan itu maka semua perubahan itu menjadi berarti dan tidak nampak sia-sia.
Jalani saja apapun perubahan yang ada dengan sabar, syukur. Ikhlaskan dia. Persembahkan semuanya untuk Allah. Termasuk seluruh perasaan yang ada. Karena sungguh Dia selalu menantu kita untuk kembali mengingat-Nya.
Dunia akan hancur. Semuanya akan mencapai titik akhir. Tapi pelajaran yang kita raih akan menjadi milik kita selamanya. Karena hidup kita masih panjang. Dunia ini hanya alam sementara, tempat kita berbekal bagi perjalanan yang masih panjang. Sadari ini, agar kita tidak terlalu terpengaruh oleh pasang surut dunia. Hal itu akan selalu terjadi. Ada-tiadanya dijalani saja. Karena semuanya mendatang kebaikan yang sangat dan mengandung hikmah serta anugerah yang berlimpah. Raih itu semua dengan suka cita.
Amsterdam yang diliputi salju, 5 Januari 2026 jam 5.12 pagi

