It’s confirmed.
Cancer late stage. Stadium empat.
Dokter perkirakan tinggal beberapa bulan lagi hingga tubuhnya yang makin ringkih itu kemudian berhenti berfungsi total.
Tapi dia tidak mengeluhkan takdirnya. Dia tidak meratapi nasibnya. Malah dia bertanya, apa yang bisa saya lakukan untuk meraih yang terbaik yang Allah sudah siapkan di penggal waltu terakhir ini?
Wow, it’s amazing. Masya Allah. Bagaimana Allah meneguhkan keyakinannya di balik fenomena takdir kehidupan yang tampaknya sebuah tragedi. Ia masih bisa melihat rahmat-Nya selalu ada.
Ini pelajaran hidup yang nyata.
Kadang kita baru mulai mensyukuri sesuatu setelah ia tiada. Kadang kita baru mensyukuri nilai setiap nafas ketika hendak menghembuskan nafas terakhir. Kadang kita baru menyadari berharganya setiap detik kehidupan ketika itu tampak akan berakhir.
Maka berjuanglah mensyukuri kehidupan karena banyak mutiara hikmah dan ilmu di dalamnya yang akan kita sesalkan nanti ketika kita kurang bersabar dan tawakal kepada Allah saat menjalaninya.
Percayalah, Allah sudah mempersiapkan yang terbaik untuk kita semua. Akhir yang baik dan menggembirakan menanti mereka yang percaya pada pengaturan-Nya. Just believe and keep walking.😍
Amsterdam, 2 Januari 2026 jam 11.46 pagi
Di tengah butiran-butirqn salju yang menyelimuti musim dingin
No comments:
Post a Comment