Tuesday, January 6, 2026

Jangan sampai apapun merebut kebahagiaan kita

 Don’t let one bad moment hold so much power in you.

Look around and look inside, there are more wonders we have to be thankful for.

***

Ada pepatah, nila setitik rusak susu sebelanga. Memang otak manusia cenderung waspada terhadap hal-hal yang tak beres. Itu bagian dari survival instinct. Agar kita mawas diri. Tapi, berlarut-larut kesal atas hal-hal yang tidak kita sukai juga tidak sehat. Kita akan menderita jadinya jika hidup seperti itu. Sementara dalam kehidupan ada saja hal-hal yang tak berkenan terjadi. Perkataan atau perilaku seseorang yang menyakitkan. Rencana yang gagal. Mimpi yang kandas. Memang menyakitkan. Maka dibutuhkan kedewasaan untuk menjalani itu semua.

Bagian dari menjadi dewasa adalah “learn to sit with pain”. Belajar menerima ujian dengan tabah, sabar dan tak mengeluhkannya. Agar tak meronta-ronta atau meratap seperti anak kecil yang meraung-raung saat ia tak mendapatkan apa yang diinginkan. Karena hidup di dunia ya begitu adanya, kadang senang, kadang sedih. Ada kalanya dalam keluangan dan ada saatnya Allah menempatkan kita dalam kesempitan. Jalani dengan ridho, agar Dia pun ridho kepada kita. Kalau hati ridho, banyak hikmah yang terbuka sehingga satu persatu kita menjadi makin memaknai setiap penggal episode perjalanan takdir kita sejak lahir sampai sekarang. Dan menyaksikan bahwa semuanya luar biasa indah.

Jadi, tatkala sesuatu yang tidak kita sukai menimpa. Terima dengan senyuman di hati. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Karena bagaimanapun masih terlalu banyak anugerah-Nya yang tak terhitung banyaknya yang masih kita nikmati hingga detik ini. Look around. Look inside. There are so much wonders! Only if we realize it…


Di dalam metro menuju dari Ceintuurban ke Decahtlon, beli sepatu musim dingin untuk Rumi. Amsterdam yang masih diliputi salju, 6 Januari 2026 jam 12.43 siang. 






No comments:

Post a Comment