Saturday, August 16, 2014

Kita Mungkin Masih Musyrik


Kemusyrikan adalah penyembahan terhadap berhala.
Seringkali fokus kita lebih terhadap objek-objek kemusyrikan yang ada di luar diri, seperti cincin ajaib atau patung yang disembah. Sebetulnya keberhalaan itu ada dalam diri sendiri, bahwa kemudian ada patung di luar hanya sebuah bukti yang Allah Ta'ala tampilkan bahwa di dalam hatinya masih ada berhala.
Mungkin kita tidak memiliki patung besar yang disembah-sembah, tapi berhala itu bisa jadi berbentuk mobil terbaru yang dinanti-nanti, pekerjaan atau jabatan top yang dikejar siang-malam, proyek tertentu yang bisa jadi dibalut nuansa dunia, kemanusiaan atau spiritual yang kita perjuangkan mati-matian, keluarga yang kita dambakan dan sayangi dan lain-lain dari mulai yang berwujud secara material hingga yang samar. Semuanya bisa jadi obyek sembahan kita di samping Allah Ta'ala.
Seorang ustadz pernah memberikan tips menarik untuk menguji apakah sesuatu itu menjadi obyek yang kita sembah atau bukan. Tanyakan kepada hati masing-masing dua pertanyaan ini berkaitan dengan obyek tertentu:
1. Adanya membuat hati kita tenang
2. Tidak adanya membuat hati kita gelisah.
Nah mari kita bertafakur menguji masing-masing sesuatu yang melekat pada kita per hari ini, apakah sesuatu itu kemudian menjelma menjadi sesembahan kita tanpa kita sadari. Jika ya, bisa jadi hati kita masih diliputi oleh kemusyrikan. Astaghfirullahaladziim....
(Disajikan ulang dari Pengajian Hikmah Al Quran : Hikmah Surat Al Baqarah yang disampaikan oleh Zamzam AJT & kultum di RS Asri Purwakarta)

No comments:

Post a Comment