Monday, March 20, 2017

Boleh Mendengki Kepada Dua Orang Ini

"Ada tiga perkara yang tiada terlepas (bahkan) orang mukmin daripadanya, yaitu: dengki, buruk sangka dan hati yang berjauhan)"

Dengki ini penyakit kronis dan berbahaya yang kerap luput dari pantauan seseorang. Ia bisa merayap halus dan tak nampak bagaikan semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di kegelapan malam.

Orang yang hatinya mempunyai kedengkian tidak senang apabila saudaranya atau orang lain mendapat kenikmatan atau berprestasi karena ia tak mau merasa tertinggal. Pada saat yang bersamaan di hati kecilnya akan bersorak sorai bila teman atau saudaranya mendapat kemalangan, sambil menyiramkan kata-kata pedas "Tuh kan kubilang juga apa! Aku kan sudah kasih tahu! Dasar keras kepala!Rasain lo!" Itu adalah tabiat pendengki.

Sumber dari rasa dengki adalah kecintaan kepada obyek-obyek yang membuat hatinya bergejolak itu. Seseorang bisa jadi memiliki obsesi ingin terpandang dan bergemuruh hatinya saat sahabat dekatnya yang lebih dianggap terkenal dan lebih sukses. Seseorang mungkin menyimpan keinginan untuk memperoleh derajat status sosial tertentu, maka ia bisa dibuat jadi tidak nyenyak tidur tatkala mengetahui tetangga sebelah mendapat kenaikan pangkat dan gaji. Apapun itu sang pendengki selalu berkutat kepada hal-hal yang ada di luar dirinya dan sulit untuk sekadar bisa menikmati hidup dan bersyukur atas apa yang ada.

Sungguh kasihan orang yang memelihara kedengkian di dalam hati, hidupnya pasti kerap tidak tenang dan ia seperti menyelubungi dirinya sendiri dengan awan kesedihan. Sekuat apapun upayanya untuk menonjolkan diri dan menyetarakan diri dengan siapapun yang ia punya kedengkian terhadapnya pastinya hanya akan menghasilkan kelelahan abadi. Karena setiap orang mempunyai jatah rejeki yang berbeda-beda. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya, "Dan janganlah kalian iri hati terhadap karunia yang telah Allah lebihkan kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.’’ (QS an-Nisa [4]: 32).

Tapi, memang sulit memang untuk tidak mendengki, manusia sepertinya punya natur kompetitif. Sang junjungan memberikan rambu, silakan mendengki, kepada dua orang:

“Tidak dibenarkan hasad (iri hati/dengki) kecuali terhadap dua kasus: (Pertama) laki-laki yang dikaruniai Al-Qur’an oleh Allah, lalu ia membacanya dalam qiyam diwaktu-waktu malam. (Kedua) laki-laki yang dikarunia kekayaan oleh Allah, Lalu ia menginfakkannya diwaktu-waktu siang dan malam” (H.R.Muslim dan Ibnu Majah) - Selamat mendengki []

No comments:

Post a Comment