Thursday, September 21, 2017

Kadang Disibukkan Dunianya Dan Kadang Disibukkan Akhiratnya

Di dalam diri setiap manusia ada komponen yang menghubungkan alam jasadiyah dan alam jabarutiyah, ia adalah qalb. Al-Tirmidzi, sebagaimana dikutip oleh al-Syarqawi, berkata, “Dinamakan qalb karena ia senantiasa berbolak-balik (taqallub), dan karena qalb berada di antara dua “jari” Yang Maha Pengasih, di mana Dia membalikkan sesuai dengan kehendak-Nya terhadap diri si qalb.” Seperti halnya jantung yang terus bergerak memompa darah ke seluruh tubuh dan letaknya mirip dengan posisi qalb di dalam jiwa, maka qalb tidak dalam kondisi diam akan tetapi berbulak-balik dalam pengaturan Ilahiyah,
Seseorang kadang akan disibukkan oleh urusan buminya, kadang pula dibuat pontang-panting oleh urusan langitnya. Namun camkan, mereka yang diatur hanyalah yang berserah diri dan ingin diatur kehidupannya oleh Allah Ta´ala.
Dalam Kitab Al Hikam, Syaikh Ibnu Athaillah mengatakan, `Ketika Allah menempatkanmu dalam sebuah asbab dan engkau ingin lari ke langit maka itu adalah syahwat yang tersembunyi.´
Begitulah, manusia itu mudah bosan. Ketika ia sedang dibuat sibuk menata dunianya syahwatnya malah membuatnya ingin melarikan diri dan menyepi dalam ruang ruhaninya. Padahal Allah telah menetapkan saat yang tepat untuk segala sesuatunya.
(Adaptasi dari kajian hikmah Al Quran yang disampaikan oleh Kang Zamzam AJT, Mursyid Penerus Thariqah Kadisiyah, 16 April 2017)

No comments:

Post a Comment