Saturday, September 23, 2017

Kita Hanya Butuh Allah

Ketika sedang berlayar, sekonyong-konyong datanglah sebuah angin kencang di lautan luas. Rasa takut menyergap setiap penumpang yang berada di atas kapal itu kecuali Ibrahim bin Adam rahimatullah yang tampak begitu tenang berada diantara mereka.

"Wahai Ibrahim, tidakkah engkau lihat kesulitan yang tengah menimpa kita ini?" tanya salah seorang penumpang yang terheran-heran melihat ketenangan yang ditampakkan oleh seorang Ibrahim bin Adham disaat yang lain dicekam kegelisahan.

Ibrahim lalu berkata, "Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa perkara ini bukanlah suatu kesulitan. Adapun kesulitan yang sesungguhnya adalah manakala kita membutuhkan manusia.*"

===
Membutuhkan manusia hingga menuhankannya, membutuhkan perhatiannya yang kalau tidak didapatkan membuat hati bersedih. Membutuhkan bantuannya yang jika luput menjadi kecil hati. Membutuhkan pujiannya, hartanya, apresiasinya, cintanya, apapun yang kita harapkan dari manusia yang kita menambatkan harapan dan cita-cita kita padanya semata. Maka siap-siaplah mengalami kesulitan, cepat atau lambat.

(Adaptasi dari kisah yang tertuang di dalam Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali)


No comments:

Post a Comment