Sunday, May 7, 2017

Malapetaka Bagi Yang Tidak Menggunakan Akal

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan(ar rijsa) kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

(QS Yunus [10]:100)

'Ar rijsa; rijsun' artinya keburukan, sebuah perbuatan buruk dari amaliyah setan. Dalam Al Quran kata 'rijsun' juga berkaitan dengan zina dan judi. Di sisi lain kesulitan yang dihadapi seseorang bisa jadi bagian dari 'rijsun', yaitu saat seseorang tidak paham dengan takdir yang dihadapi dan cenderung mengeluh bahkan marah hingga mengutuk takdirnya. Saat seseorang dibuat limbung dang bingung dengan dinamika hidup di dunia, maka pada prinsipnya sang hamba sedang tertimpa 'ar rijsa'.

Kunci keluar dari malapetaka kehidupan ada dalam ayat di atas:
"Allah menimpakan kemurkaan(ar rijsa) kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya."

Artinya seorang manusia harus mengaktivasi akal dalamnya - bukan sekadar berkutat dengan akal pikiran otaknya semata, yang itupun kerap belum optimal digunakan.
Pada saat yang bersamaan ayat itu juga berkata bahwa obat dari segala kesulitan hidup kita ada di dalam kesulitan hidup itu sendiri, jika saja kita mau dan tekun memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala agar ia berkenan menyingkapkan hikmah dan menyematkan sabar dan syukur dalam hati hamba-Nya yang fakir.

(Adaptasi dari Kajian Al Hikam yang disampaikan oleh Zamzam AJT, Mursyid Thariqah Kadisiyah, 26 Februari 2017)



No comments:

Post a Comment