Monday, May 22, 2017

Rahmat Yang Tersembunyi Di Balik Kegagalan Hidup

Apabila kelapangan hidup, melejitnya karir dan suksesnya bisnis seseorang tidak membuat hatinya bertambah tawadhu (rendah hati) malah semakin sombong dan angkuh serta merasa dirinya hebat, lebih baik daripada yang lain hingga lupa bersyukur kepada-Nya. Maka itu ciri tidak ada keberkahan dalam dibukakannya pintu-pintu dunia baginya.

Orang seperti ini hatinya sebenarnya sengsara dan kesepian, karena yang mendominasi hatinya - yang seharusnya menjadi tajali Ilahiyah - adalah sekadar dunia dan dirinya sendiri.

Rasululah s.a.w. bersabda : “Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa”. (HR. Al Hakim)

Bagi mereka yang dikehendaki Allah untuk dianugerahi rahmat dan ampunan-Nya maka perahu bisnis dan usahanya akan sementara ditenggelamkan sedemikian rupa hingga kadang sang hamba kepayahan meniti hari dalam upaya merajut kehidupan.

“Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, puasa, haji atau umroh (atau jihad, sebagaimana dlm riwayat lain, pent), namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah." (Hadits Rasulullah SAw diriwayatkan oleh Ath Thabrani).

Hingga kemudian perlahan tapi pasti Allah akan ganti semua yang hilang dengan sesuatu yang baru, lebih berkah dan lebih membawa kedamaian hati. Hal ini perlu dilakukan untuk kebaikan sang hamba sendiri, agar ia tidak lalai dan merasa aman dan tenteram dengan kehidupan dunia yang singkat ini yang banyak mengakibatkan sebagian besar manusia terlunta-lunta tersesat dalam hutan rimba dan terbenam dalam lautan sihirnya.[]


No comments:

Post a Comment