Wednesday, October 4, 2017

8 Tahun Untuk Mengenal Diri Sejati

Kita sering dibuat kagum oleh kepiawaian seseorang mendiskusikan suatu masalah, oleh pemaparannya yang menyeluruh dan detil, oleh keahliannya membedah suatu topik. Ada yang ahli politik, ada yang luas pengetahuannya tentang ekonomi dan keuangan juga ada yang fasih menerangkan dalil-dalil agama.
Malcolm Gladwell dalam bukunya "Outliers" menyebutkan bahwa berdasarkan observasi para peneliti jika seseorang menghabiskan 10.000 jam menekuni sesuatu maka ia akan menjadi ahli dalam bidangnya. Berapa tahun kira-kira 10.000 jam itu? Katakanlah jika seseorang mendedikasikan 4 jam setiap hari dalam hidupnya untuk menekuni sesuatu maka dalam kurun waktu sekitar 7 tahun ia sudah bisa dikatakan sebagai seorang ahli di bidang itu.
Meneliti, membedah dan menganalisa apa yang dapat diobservasi adalah sesuatu yang dapat dijangkau, karena obyeknya jelas nampak di depan mata. Yang sulit adalah meneropong dan membaca diri. Sebagaimana mata lahir kita punya keterbatasan memandang jasadnya, bukankah kita butuh bantuan cermin untuk melihat mulut, gigi, kepala, dan punggung kita? Maka kita perlu cermin untuk melihat kondisi hati.
Allah Yang Maha Baik menurunkan cermin-cermin itu dalam beragam kejadian kehidupan di sekitar kita. Akan tetapi bayangan yang nampak dalam cermin itu tidak akan tertangkap oleh seseorang yang masih didominasi oleh hawa nafsu. It's always somebody else's fault, kata si hawa nafsu. Kuman di seberang lautan nampak, akan tetapi gajah di pelupuk mata tidak nampak.
Memang tidak mudah perihal membaca diri ini, maka walau sudah sekian dekade seseorang hidup dalam cangkang dirinya yang berupa jasad beserta kehidupan yang melingkupinya jarang yang bisa menjadi ahli dalam membaca diri. Padahal jika menuruti hitungan untuk menjadi ahli tadi nampaknya waktu minimal 8 tahun menempuh jalan pertaubatan untuk mengenal sang diri sejati adalah sangat memungkinkan. Dengan pertolonganNya...
---
Berkatalah dia (Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik". - QS Al Qashash:27

No comments:

Post a Comment